Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Kuat Bersama KSP Rajekwesi

Anggota KSP Rajekwesi

SuaraBanyuurip.com - Edi Supraeko

Bojonegoro - Selama dua tahun belakangan ini, kehadiran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rajekwesi di Bojonegoro, Jawa Timur, yang difasilitasi Yayasan Bina Swadaya dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mampu memberikan pelayanan bagi anggotanya untuk memulai dan mengembangkan usaha.

Berlokasi di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, KSP Rajekwesi sudah menjangkau 14 Desa di Kecamatan Gayam dan Kalitidu. Para anggotanya ini yang juga tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan juga anggota Asosiasi Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro yang sebelumnya telah mendapatkan pendampingan penguatan teknis dalam pengembangan usahanya berupa pelatihan, sekolah lapang dan juga studi banding.

Koperasi ini memberikan kemudahan pelayanan bagi anggotanya dengan memberikan layanan konsultasi pengembangan usaha dan juga jasa pinjaman yang relatif ringan rata-rata sebesar 1% per bulan bagi anggota dan tersedia juga layanan bagi non anggota dengan skema berbeda tentunya. Cukup dengan mengisi form pengajuan pinjaman dan bisnis plan yang akan dijalankan, calon peminjam sudah dapat menerima kredit. Anggota khusus yang tergabung di KSM dan Asosiasi PIB tidak perlu menjaminkan apapun, namun demikian untuk menjaga keamanan kredit diberlakukan tanggung renteng di kelompoknya.

Baca Juga :   Harga Beras di Bojonegoro Capai Rp 14 ribu Per Kg

Hal ini sejalan dengan program pemerintah Jawa Timur dalam mempermudah pelayanan lembaga keuangan kredit mikro dan usaha kecil dan menengah (UKM). Perkembangan sampai saat ini, jumlah anggota KSP Rajekwesi yang menikmati layanan kredit mencapai 465 orang peminjam dari 652 orang anggota yang terdiri dari 510 laki-laki dan 142 perempuan.

Menurut Giyono dari Bina Swadaya selaku pendamping KSP Rajekwesi, manfaat KSP tersebut tentunya akan lebih dirasakan apabila sebelumnya telah tergabung dengan KSM. Hal ini dikarenakan banyak hal yang dapat diperoleh dalam KSM. Diantaranya pemahaman dasar-dasar berkelompok yaitu 5 BHP atau Bidang Hasil Pokok.

Dalam KSM, 5 BHP inilah bekal untuk mencapai tujuan bersama dalam berkelompok diantaranya, pengorganisasian, pengadministrasian, permodalan, usaha produktif, dan penerimaan manfaat untuk masyarakat. Anggota KSM mampu memproyeksikan peluang-peluang dari adanya KSM yang dibangun melalui 5 BHP tersebut. Seperti pengetahuan dan keterampilan dari proses membangun KSM, peluang dari kemudahan pelayanan pemerintah bagi kelompok usaha, dan kemudahan akses ke KSP.

KSM yang dijalankan dengan prinsip-prinsip koperasi ini, juga membuka peluang usaha-usaha produktif berwawasan lingkungan. Anggota KSM pun dibekali bagaimana menjalankan usaha dengan berpedoman pada rencana bisnis. Sehingga, KSP lebih berani untuk mendorong anggotanya yang tergabung dalam KSM untuk mengembangkan usahanya dengan pelayanan kredit yang terjangkau.

Baca Juga :   Pavingisasi Jalan Desa Buka Peluang Kerja

Masyarakat yang merasakan dampak keberadaan KSM dan KSP Rajekwesi ini akhirnya banyak yang beralih dan memilih menjadi anggota KSP Rajekwesi melalui mekanisme kepesertaan dalam KSM. Banyak usaha produktif yang tumbuh dari adanya KSM. Semakin banyak masyarakat Bojonegoro yang menjalankan usaha produktif diyakini mampu memperkuat roda perekonomian bangsa. (edi)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *