SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Mencuatnya kembali gejolak pekerja Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) soal Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan hak karyawan sangat disesalkan oleh Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Cepu Field. Adanya peristiwa berulangkali seperti ini, sebaiknya menjadi evaluasi bagi GCI terhadap kinerjanya.
“Terutama saat harga minyak seperti ini dan Pertamina melalui kemitraan sebaiknya dapat menegur keras terhadap vendornya,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4, Heru Irianto, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/7/2017).
Permintaan mengevaluasi kinerja GCI, karena dapat mengganggu operasional dan pencapaian target produksi yang telah disepakati. Setiap kali ada aksi demo, selalu ada penurunan produksi. Bahkan angka operasi saat ini jauh dibawah produksi biasanya.
Menindaklanjuti problem tersebut, Pertamina melalui kemitraan akan memanggil dan meminta penjelasan atas hal ini. Sekaligus memberikan saran, masukan ataupun keputusan. Tujuannya agar kerugian ini tidak berulang, ataupun bertambah baik dari sisi pertamina maupun GCI.
Asmen HR PT GCI, Riji Sutiasih, mengaku, masih melakukan koordinasi dengan PT Caraka Perdana Megah (CPM) selaku vendor yang bermasalah soal THR. Apabila sudah ada informasi dan kejelasan, bakal kami sampaikan ke pekerja.
Admin Dis PT GCI, Khorid, menambahkan, untuk THR dan gaji bulan Juni untuk TKJP sudah cair. Sedangkan untuk yang staf GCI masih proses pencairan.
Salah satu pekerja GCI asal Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jasmani, mengaku, baru menerima gaji bulan Juni pada hari Kamis (20/7) sekitar pukul 16:56 WIB.
“Sedangkan untuk yang THR belum diberikan,” sergah pria yang juga aktif di Bank Sampah Delima binaan Pertamina EP Asset Cepu Field ini.
Pria yang bekerja di Distrik 1 Kawengan- Banyuurip ini menyayangkan manajemen vendor GCI yang tidak melakansakan amanat Permenaker Nomor 6 tahun 2016, tentang THR keagamaan bagi para pekerja/ buruh di perusahaan. Kalau sama-sama tahu kewajibannya, tentu gejolak ini tidak berlarut-larut.
Diberitakan sebelumnya, Ketua SPKP Cepu, Agung Pudjo Susilo, sangat kesal dengan PT CPM karena absen dalam mediasi. Seharusnya yang berkepentingan harus mau duduk bersama, supaya Pertamina maupun GCI tidak dirugikan. (Aim)