Produksi Blok Tuban 13.000 Bph

Akbar Pradima

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body  Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menyampaikan, untuk mempertahankan produksi minyak saat ini yang dilakukan adalah melakukan perbaikan sumur.

“Perbaikan sumur dilakukan agar produksi tidak terus menurun,” kata Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, Sabtu (22/7/2017).

Kegiatan memperbaiki sumur minyak baik di Lapangan Sukowati di Kabupaten Bojonegoro maupun Lapangan Mudi, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang berjalan sejak Desember 2015 lalu itu, lanjut Akbar, sifatnya hanya mempertahankan produksi minyak, bukan meningkatkan produksi.

“Kami ada rencana memperbaiki sejumlah sumur minyak di Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, meski sempat  terhambat dengan pemanfaatan tanah kas desa,” imbuhnya.

Saat ini, tanah kas desa (TKD) yang menjadi akses jalan menuju Pad  B ditutup oleh pemdes dan masyarakat setempat. Padahal, terkait TKD, pihaknya tengah memprosesnya dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas Bumi (SK Migas) apakah setelah sewa habis dilakukan tukar guling atau lainnya.

Baca Juga :   Tanaman Petani Sekitar Pad B Sukowati Mati Tanpa Sebab

Untuk memperlancar kegiatan di pad B, akhirnya JOB P-PEJ membuat akses baru di selatan jalan dengan membuka pagar dan menguruk lahan agar dapat digunakan sebagai transportasi alat berat dan aktivitas pegawai.

“Hanya saja biayanya lebih besar dibandingkan membayar uang sewa,” ucapnya.

Produksi minyak lapangan A Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro dan Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, ditambah produksi minyak lapangan Mudi di Kecamatan Soko, Tuban, sekira 13.000 barel per hari (Bph).

“Meski begitu, produksi di Blok Tuban cenderung terus menurun,” imbuhnya.

Pada Januari 2016 lalu produksi sumur minyak Sukowati di lapangan A dan B dengan jumlah kurang lebih 60 sumur minyak, hanya mampu memproduksi sekira 14.000 ribu Bph.

“Tetapi faktor alamiah produksinya terus menurun, sehingga harus ada kegiatan untuk memperbaiki sumur minyak,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *