Mahasiswa KKN Unirow Siap Gerakan Ekonomi Desa

mahasiswa unirow tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak 1.065 mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, selama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2017 berkomitmen menggerakan ekonomi desa. Melalui program pemberdayaan masyarakat, diharapkan potensi desa yang belum tergarap menjadi sumber pemasukan masyarakat.

“Paradigma mahasiswa KKN kini bukan lagi pasif tapi mampu memecahkan problem di desa setempat,” ujar Rektor Unirow Tuban, Supiana Dian Nurtjahyani, kepada suarabanyuuirp.com, usai pembukaan KKN di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Selasa (25/7/2017).

Perubahan paradigma dalam KKN di universitas merupakan suatu keharusan. Tentu harus diwujudkan dengan penyelenggaraan KKN yang berorientasi pembinaan Karakter Bangsa.

Sesuai kurikulum pendidikan tinggi, pembentukan karakter bangsa dimulai dari pembinaan sebagai warga negara yang baik meliputi, sikap bela negara, beriman dan bertaqwa, jujur, kesadaran hak dan kewajiban WNI, rasa kebangsaan, disiplin Nasional, aktif membangun kehidupan damai, rasional, demokratis, berbudi luhur dalam bermasyarakat, berbangsa, bernegara, berfikir kritis, etis, estetis, dinamis, dan cinta tanah air.

Semetara itu, untuk pemberdayaan masyarakat dalam tata pamong desa dapat dilakukan dengan membantu pembuatan profil desa, identifikasi E-KTP dan KK. Bahkan, mampu mendorong pengentasan kemiskinan.

Baca Juga :   Pertamina Hulu Rokan Berikan Bantuan Laptop untuk Penerima Beasiswa S-1

Kampus swasta di Jalan Manunggal Tuban ini juga bersinergi dengan kampus lain, dalam memberdayakan masyarakat. Salah satu buktinya mengolah rumput laut sebagai sumber ekonomi warga di Kecamatan Bancar.

Lebih dari itu, setelah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) menemukan goa di Desa Klumpit, Kecamatan Soko kedepan Unirow bakal membina desa tersebut.

“Target kami mendorong warga mandiri secara ekonomi,” terangnya.

Kegiatan pengabdian di masyarakat mahasiswa Unirow langsung diapresiasi oleh Bupati Tuban, Fathul Huda. Bupati berterimakasih kepada rektor karena telah bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Mahasiswa harus menerapkan ilmunya,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fathul Huda memaparkan kondisi riil Tuban kepada mahasiswa. Untuk angka buta aksar menempati urutan ke-10 se-Jatim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nomor 27, kemiskinan rangking lima terbesar dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Salah satu indikatornya 70% Sumber Daya Manusia (SDM) Tuban merupakan petani. Apabila dikalkulasi sekira 900 ribu kepala dari 1,3 juta jiwa penduduk Tuban.

Fakta inilah yang perlu disikapi oleh mahasiswa. Melalui edukasi program KKN, diharapkan mampu merubah mindset warga. Terpenting mahasiswa harus berani, dan bersikap santun ketika mengabdi di masyarakat.

Baca Juga :   300 Pemohon Beasiswa Akan Ditetapkan dalam SK Bupati Bojonegoro

“Kita harus berani bermimpi dan berkarakter untuk menjadikan Tuban lebih baik,” ajak bupati.

Peserta KKN di Desa Dawung, Kecamatan Palang, M. Ainul Mahasin, berencana memberikan pelatihan IT kepada warga. Selain itu melakukan sensus, dan membentuk himpunan untuk mengelola potensi desa.

Hal serupa disampaikan peserta KKN di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Irna Yuliastin. Pimpinan Umum (PU) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ini, ingin mengenalkan produk brongko khas Flores kepada warga sekitar proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban.

“Kebetulan satu kelompok ada anak Flores yang ingin mengembangkan makanan Brongko di Jenu,” pungkas dara yang hobi touring Vespa itu.

Diketahui, program KKN Unirow dimulai tanggal 25 Juli hingga 24 Agustus 2017. Ribuan mahasiswa itu menyebar di 49 desa yang berada di 19 kecamatan. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *