SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pasca melakukan rapat lanjutan dengan pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV Field Cepu pada Selasa (25/7/2017) kemarin di Cepu, Jawa Tengah. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berharap pada Bulan Agustus 2017 mendatang sudah bisa mengelola sumur tua di tiga lapangan yakni Dandangilo, Wonocolo, dan Ngrayong.
“Kemarin kita membuat jadwal kegiatan atau timline, membahas aturan-aturan yang harus dipenuhi,” ujar Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Rabu (26/7/2017).
Untuk pembahasan isi kontrak antara BUMD dengan Pertamina EP Asset IV Field Cepu, menurut Tonny, seluruh Indonesia isinya sama.
Meski demikian, apabila PT BBS dipercaya menangani sumur tua tentu yang diutamakan adalah terkait kesejahteraan penambang, jaminan keselamatan kerja bagi para penambang, memperhatikan lingkup aspek sosial dan lingkungan.
Disinggung proses pendekatan dengan penambang, pria berkacamata minus ini menegaskan, Â sudah tidak dipermasalahkan. Dan semua sudah berjalan sesuai dengan harapan Pertamina EP Asset IV Field Cepu.
Tonny mengaku, keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan (SP) yang kini diaktifkan kembali, merupakan kewenangan Pertamina EP Asset IV Field Cepu. Yang jelas, fokus PT BBS sekarang ini adalah Pemkab Bojonegoro menangani sumur tua dan bisa memberikan kontribusi bagi daerah.
“Waktu rapat tidak ada pembahasan tentang pembagian wilayah dengan KUD SP, kalaupun ada saya tetap tidak mau. Karena perintah bupati sudah jelas bahwa wilayah sumur tua akan dikelola oleh PT BBS,” pungkasnya.(rien)Â