SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebuah truk gandeng bernomor polisi (Nopol) P 8509 UY yang membawa 35 ton gula merah dari Kabupaten Banyuwangi terbakar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Gula tersebut rencananya akan dikirim ke kawasan Cibitung, Jakarta sebagai bahan baku kecap manis Indofood.
“Awalnya tiba di depan Pasar Baru Jalan Gajah Mada Tuban sudah terasa panas,” ujar sopir truk asli Banyuwangi, Anang Efendi (32), kepada suarabanyuurip.com di lokasi kejadian Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Rabu (26/7/2017).
Setelah melewati jembatan Merik, dari spion terlihat kobaran api. Seketika itu pria berkaos merah langsung menepikan kendaraannya.
Suhu panas di Tuban membuat api bertambah besar, dan melahap habis terpal penutup badan truk bagian depan. Beruntung tepat di samping truk berhenti, ada sebuah selang air milik warung kopi.
“Kalau tidak ada selang air ini mungkin gandengan belakang truk juga ludes,” jelas pria yang akrab disapa Efendi ini.
Setelah kobaran api mengecil, baru tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Beberapa petugas langsung bergegas menyiapkan selang air, untuk menjinakan api.
Pemadaman dilakukan menyeluruh, dari depan truk, samping kanan kiri, atas truk dan yang paling utama bagian mesin. Efendi mengaku tidak menyalakan rokok atau pemicu timbulnya api.
“Ndak tau kalau ada yang melempar putung rokok,” jelas pria asal Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.
Dugaan tersebut menguat karena mesin kendaraan normal. Tidak ada korsleting listrik, terbukti masih nyalanya lampu sen kendaraan tersebut.
Untuk jumlah kerugiannya, Efendi belum bisa menghitungnya. Hanya 15 ton gula merah gosong bagian atasnya. Diharapkan bahan kecap yang bagian bawah masih bisa diselamatkan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Iptu Asik SH, masih mencari penyebab kebakaran truk yang membawa bahan kecap Indofood tersebut. Selama ini jarang terjadi kasus serupa di wilayahnya.
“Sebelum berangkat ke Jakarta kami pastikan truknya aman dulu,” tegasnya.
Sampai truk berhasil dipadamkan, Satlantas Polres Tuban masih bersiaga di lokasi untuk mengatur kondisi lalu lintas. Bersamaan pula dengan waktu pulang sekolah dan jam istirahat kerja, membuat arus lalin di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo padat merayap beberapa saat.(Aim)