SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Setelah raksasa Rosneft Oil Company asal Rusia positif menggarap Kilang Tuban, kini giliran perusahaan listrik asal Perancis, Akuo Energi yang bakal berinvestasi sebesar Rp2 triliun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Negara yang memiliki ikon Menara Eifel ini berencana membangun power plan pembangkit listrik tenaga bayu/udara (PLTB), dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Proyek ini mencakup tiga kecamatan mulai Montong, Merakurak, dan Kerek,” ujar Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Naker Kabupaten Tuban, Judhi Tresna, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (28/7/2017).
Pada bulan Mei kemarin, perwakilan Manager Area Akuo Energi, Lakshita, juga memberikan penjelasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Dalam kesempatan itu, Bupati Tuban, Fathul Huda, menyambut positif rencana pembangunan pembangkit listrik itu.
“Pemkab mendukung pembangunan pembangkit listrik hybrid di Bumi Wali karena bakal menimbulkan multipliereffect,†jelasnya.
Saat ini Akuo Eneegi sedang melengkapi perizinan tempat dan perizinan survei lokasi. Hasil survei tersebut, bakal menjadi bahan pertimbangan perusahaan apakah PLTB dan PLTS dibangun di Kabupaten Tuban atau tidak.
Rencana proyek ini dibenarkan oleh Camat Merakurak, Sugeng Winarno. Pria humanis ini menyebutkan, perusahaan Perancis baru melakukan survei lokasi di Desa Tuwiri Wetan. Sedangkan izinnya belum rampung.
Ada tiga desa di Kecamatan Merakurak yang menjadi objek pembangunan meliputi, Desa Kapu, Tegalrejo, dan Tuwiri Wetan. Untuk jumlah total lahan yang dibutuhkan, dia belum tahu persis. Hanya saja untuk luas lahan di Tuwiri Wetan kurang lebih 25 hektar.
Lebih dari itu, untuk luasan lahan yang dibebaskan Sugeng juga belum mengetahuinya. Harapannya apabila proyek ini berjalan, mampu menyejahterakan masyarakat sekitar.(Aim)