SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dua desa di Kabupaten Bojonegoro, masuk nominasi 10 besar se Jawa Timur (Jatim) dalam lomba konten video kreatif kategori pencegahan covid-19. Nominasi 10 besar diperoleh usai dilakukan penilaian tim penilai lapang Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemprov Jatim.
Kedua desa itu Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat tiba di Balai Desa Campurejo, tim penilai yang dipimpin Susanti Widyastuti, diterima langsung oleh Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno dan jajaran, Senin (05/10/2020).
“Penilaian kali ini agak berbeda, karena lebih dititik beratkan pada konten yang berisi penanganan covid-19, dan juga pesan yang tersampaikan kepada masyarakat apa saja yang sudah dilakukan oleh Desa Campurejo,” kata Susanti Widyastuti.
Penilaian lapang dilakulan untuk mengkroscek sebetulnya apa yang sudah dilakukan itu benar apa tidak. Artinya sesusai tidak dengan video yang sudah disampaikan ke DPMD Provinsi Jatim.
“Intinya ingin mastikan kebenarannya. Jadi kami lebih banyak akan menggali datanya. Nanti video mentahnya juga akan dilihat. Karena mungkin kondisi sekarang juga tidak sama dengan yang di video,” ujar wanita yang menjabat sebagai Kasi Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat ini.
Kabid Ketahanan Masyarakat Desa, Evie Octaviani, menuturkan, Bojonegoro telah mengirimkan enam desa dalam lomba yang diselenggarakan oleh DPMD Provinsi Jatim. Dari enam desa ini masuk dua desa dalam nominasi, yakni Desa Jawik, dan Desa Campurejo.
“Ini suatu kesuksesan besar, artinya karena baru kali ini lomba dengan kategori pencegahan covid-19. Kalau tiap tahun memang ada lomba video kreatif, tapi khusus untuk peningkatan potensi ekonomi pedesaan,” kata Evie Octaviani, disela-sela mendampingi tim penilai lapang Jatim.
Menurut Evie sapaan akrabnya, Bojonegoro sudah menang, karena dua desa ini sudah mampu menyisihkan dari beberapa desa se Jatim yang telah mendaftarkan ke provinsi.
Desa Campurejo sendiri memang sangat luar biasa. Karena merupakan desa Kampung Tangguh Semeru. Pada awal pandemi, kasus pertama covid-19 ditemukan di desa dan mereka berhasil untuk menanganinya. Pemdesnya cekatan dalam berkoordinasi.
Baik dengan pihak Babinsa, Babinkamtibmas, para medis, dan juga memberdayakan masyarakat sepenuhnya. Melalui unsur-unsur lembaga masyarakat desa, ada BUMDes, karang taruna, PKK, Posyandu, RT, RW bersatu padu untuk bekerjasama.
“Sehingga mampu bergerak bersama dalam penanganan covid-19. Itu menjadi nilai plus-nya,” jelasnya.
Sementara Kades Campurejo, Edi Sampurno, menyatakan, bahwa dalam konten video yang dipimpin tim Ali Syafi’i tersebut ada penjahit difabel turut serta memproduksi masker. Mereka memang betul-betul butuh perhatian untuk didorong secara ekonomi.
“Kualitasnyapun ternyata memenuhi standart kesehatan. Namun ini semua saya serahkan ke BUMDes, karena aturan penggunaan Dana Desa ini nggak bisa Pemdes mengeksekusi sendiri harus lewat BUMDes,” tegasnya.
Pihaknya mengaku, sebelum adanya pandemi, BUMDes sudah punya program pengelolaan air bersih, dan dalam pengelolaan keuangannya ada yang disisihkan untuk sosial.
“Tanpa menunggu program pemerintah sudah hadir membagi sembako mulai awal adanya pandemi,” tandasnya.
Diharapkan Desa Campurejo bisa menang dalam lomba konten video kreatif yang digelar oleh DPMD Jatim.
“Mudah-mudahan jadi yang terbaik dan menjadi contoh bagi desa lainnya di Bojonegoro,” pungkas Kades dua periode ini.
Diberitakan sebelumnya, satu desa sudah masuk nominasi 10 besar se Jatim dalam lomba konten video kreatif bertema usaha ekonomi pedesaan, yaitu Desa Bendo, Kecamatan Kapas.(fin)