SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Insiden meninggalnya pekerja PT Semen Gresik, Ahmad Sugiyanto (32) hari Sabtu (29/7), sangat disesalkan oleh Safety, Healty and Environment (SHE) Ronggolawe Community (RC) Tuban, Jawa Timur. Analisanya ada sesuatu yang salah dengan penerapan K3 di perusahaan tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi lagi,” ujar Wakil Ketua SHE Ronggolawe Community Tuban, Tinoto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Sabtu (29/7/2017).
Komitmen dan kepedulian dari top manajemen sampai kelevel yang paling rendah sangat diperlukan. Utamanya prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, harus dijalankan dalam segala aktivitas produksi perusahaan.
Secara teknis seharusnya setiap ada kejadian/accident/kecelakaan kerja apalagi sampai fatality harus dilakukan investigasi. Hasil rekomendasi dari investigasi itu, harus dilakukan supaya kejadian yang sama tidak terjadi lagi.
Intinya dari setiap kejadian itu harus ada pelajaran yang diperoleh, dan ada continue improvement supaya kejadian yang sama tidak terulang. Pihaknya berharap dan berdoa semoga kejadian kecelakaan kerja ini menjadi yang terakhir.
Insiden laka kerja fatal yang dialami pekerjanya juga disayangkan oleh Kasi Humas dan CSR PT Semen Gresik Tuban, Sani Yuwono. Pria humanis itu mengaku pasca ada laka kerja, timnya langsung melakukan investigasi.
Selama ini pengawasan rekan-rekan K3 sudah di optimalkan. Terkadang karena kelalaian pribadi, sehingga terkait kecelakaan yang tentunya sangat tidak diinginkan.
“Kami sangat terpukul dengan adanya insiden hari ini,” terang Sani.
Kecelakaan kerja yang membuat pekerja semen meninggal dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati. Korban merupakan sopir tembak yang beralamat Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo.
“Laka kerja terjadi sekitar pukul 09:30 WIB,” jelasnya.
Kronologinya sekitar pukul 08.30 WIB, sopir bernama Qomarudin mengeluarkan kendaraan Truk blengdung/Bull untuk antre mengisi semen di Silo pelabuhan. Setelah kendaraan di ambil dari garasi PT. VARIA USAHA, kendaraan tersebut di serahkan kepada sopir tembak dan di jalankan oleh korban.
Pasca diisi kendaraan di jalankan dari Peker, dan di tepikan di tepi jalan menuju pelabuhan. Waktu itu korban naik ke atas blendung, dengan tujuan menutup pintu blendung dari atas.
Saat besi slot diputar mengalami kerusakan, kemudian besi patah dan korban jatuh terpental. Kepala korban membentur cor di jalan, hingga terjadi pendarahan dan ditolong oleh Satpam dan Pamsus.
“Sempat dibawa ke Klinik PT Semen Gresik dan di rujuk ke RSUD dr. R. Koesma Tuban tapi korban meninggal dunia,” pungkasnya.(Aim)