SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Sekarang ini narkoba menjadi teror yang luar biasa di Indonesia selain ISIS, radikalisme, terorisme, dan pengeboman. Narkoba telah menyerang jutaan penduduk di tanah air dari beragam usia mulai anak-anak hingga orang tua. Â Â
Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat melakukan serangkaian kegiatan dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (30/7/2017) kemarin.
Sesuai data di Kementerian Sosial (Kemensos), jumlah uang rakyat Indonesia yang dibelanjakan untuk narkoba pada tahun 2016 lalu mencapai Rp72 triliun. Sedangkan yang meninggal akibat narkoba sebanyak 40 hingga 50 orang, dan yang membutuhkan rehap karena terpapar narkoba sekarang ini sebanyak 5,8 juta orang.
“Itu nggak kehitung. Kalau memang nggak ahlinya. Saya bisa menyampaikan data ini karena Kemensos kebagian tukang rehap,” ucap wanita yang mengaku pernah diundang ke International Convention Narkotica di Wina, Austria 20 tahun lalu untuk membahas tiga undang-undang tentang narkoba sekaligus.Â
Khofifah mengungkapkan beberapa hari lalu dirinya pergi ke Banjarmasin untuk mengunjungi panti rehap anak-anak. Di tempat tersebut dirinya bertemu dengan seorang anak bernama Sholikin kelas satu SMP yang terpapar narkoba jenis Pil Jin.Â
“Saya tanya Sudah berapa lama kamu mengkonsumsi ini nak, katanya, sudah 4 tahun. Berarti dia mengkonsumsinya sejak kelas 4 sekolah dasar SD. Kemudian saya tanya Pil Jin ini kepada ibu-ibu di sana ternyata cukup familier,” katanya di hadapan ribuan para santri, murid, guru dan pengasuh Pondok Pesantren Abu Darrin, Kendal, Desa Sumbertlaseh,Kecamatan Dander.Â
“Kemudian saya tanya lagi anak itu, pasti orang tuamu sangat sedih kamu seperti ini. Apakah kamu sudah minta maaf kepada mereka, dia jawab belum, sambil menangis. Lalu saya meminta kepada pihak panti untuk menghadirkan bapak ibunya agar anak tersebut meminta maaf. Artinya apa, mungkin hari ini anak ini mengecewakan, tapi dia masih memiliki masa depan,” lanjut wanita yang dikabarkan akan maju dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim pada 2018 mendatang itu.
Karena itu dirinya meminta kepada masyarakat dan pondok pesantren untuk tidak menganggap enteng peredaran narkoba. Karena para pengedar narkoba sekarang ini memiliki cara yang halus dan lembut sekali untuk membawa masuk narkoba ke ponpes.Â
“Beberapa waktu lalu saya mendapat informasi jika narkoba masuk ponpes. Kemudian saya mencoba mencari tahu bagaimana cara mereka membawa narkoba masuk ke pesantren. Rupanya mereka kasih itu pil yang dia sebut vitamin kepada pak kyai supaya kalau sholat tambah kuat, kalau dzikir tambah kuat. Katanya vitamin. Sekali gratis, kedua gratis, ketiga gratis, keempat kyai kok nambah terus menawi mekanten panjenengan tumbas piambak. Ini sudah terjadi,” kata Khofifah menceritakan kasus narkoba masuk salah satu Ponpes.
Apalagi, tambah dia, sekarang ini ada jenis baru narkoba yang sudah masuk ke Indonesia yakni flakka. Flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat yang memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin.Â
“Pengguna flakka ini bisa berprilaku seperti zombie,” ucap Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu.(suko)