SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto meminta 912 Calon Jamaah Haji Tuban, Jawa Timur, menjaga kesehatan selama beribadah di Tanah Suci. Pesan itu disampaikan sebelum pemberangkatan haji kloter 16 dan 17 di Pendapa Krida Manunggal Tuban.
“Badan yang sehat menjadi kunci menjalankan ibadah haji,” ujar Kuswiyanto saat memberikan sambutan di hadapan ratusan CJH Tuban, Selasa (1/8/2017).
Kang Kus sapaan akrabnya senang karena banyak masyarakat Bumi Wali (Sebutan lain Tuban) yang menjalankan rukun Islam terakhir. Apalagi harus menunggu minimal tujuh tahun baru bisa berangkat.
Pihaknya juga memohon maaf, apabila ada CJH yang sampai menunggu 15 sampai 20 tahun. Kuota Nasional semula 211 ribu telah mendapat tambahan 10 ribu. Kabar baik ini merupakan hadiah dari Saudi, setelah ada insiden crane.
“Total ada 211 ribu kuota haji Indonesia,” imbuhnya.
Tak kalah pentingnya, semua CJH Tuban harus tertib administrasi. Jangan sampai kejadian beberapa tahun silam terulang kembali. Dimana foto paspor dengan pemegangnya beda. Padahal namanya sama. Pasca dilakukan negosiasi di Jeddah tak berhasil, dan akhirnya dipulangkan ke Jakarta.
Semoga perjalannya berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan menjaga keihlasan, dan menjaga seluruh rangkaian ibadah. Paling penting bisa kembali dengan aman, dan mendapat predikat haji mabrur.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Fathul Huda, menjelaskan, pemberangkatan haji tahun ini istimewa. Sebelumnya hanya duduknya sila, tapi sekarang bisa baris rapi duduk di kursi. Selain itu, dihadiri Bapak Kuswiyanto, diharapan kepeduliannya ada lebihnya dan ada tindaklanjutnya.
Fathul Huda ingin menyampaikan terimakasih kepada Kemenag sebagai pelaksana haji. Semoga semua CJH berangkat selamat, pulang selamat, dan pulang menjadi haji mabrur.
Hal yang paling penting jadilah dirimu sendiri, artinya bangga dan mempertahankan kultur Tuban dan Indonesia. Karakter di Tanah Suci itu beda beda. Ada pakaiannya seperti koboi. Ada di masjid memakai celana sepertiga. Ada di masjid menerobos orang yang sedang sholat.
Karakter yang harus dipertahankan oleh CJH Tuban yakni kesantunan, gotong royong, dan harus membawa taqwa ke Tanah Suci (tawakkal, tawadhu’, qonaah/nriman, Wira’in, Inabah). Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, barang berharga lebih baik disimpan di kamar karena di Masjid Nabawi masih banyak pencuri.
Salah seorang jamaah asal Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Sujito, bersyukur bisa berangkat ke rumah Allah. Semoga perjalanannya bernilai ibadah dan kembali pulang dengan selamat.
Informasi dari Kepala Kemenag Tuban, Sahid, ada 20 bus yang mengantar 889 CJH kloter 16 dan 17 ke asrama haji Sukolilo Surabaya. 23 CJH sisanya kloter 21 akan berangkat hari Rabu (2/8) besok bersama kloter dari Madiun dan Surabaya.(Aim)