SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru, Pertamina EP Cepu (PEPC), membenarkan telah menyepakati harga gas dengan PT PLN (Persero). Hanya saja, PEPC masih bungkam berapa harga yang telah disepakati. Â
Public Government Affairs and Manager PEPC, Kunadi menyatakan agar secepatnya ada kesepakatan harga jual beli gas (PJBG) dengan harga yang fair dan segera diatur dalam perjanjian tertulis dengan term and condition yg lebih rinci.
“Sehingga dapat segera dimulai pembangunan  proyek EPC GPF dengan penuh semangat sesuai target perusahaan,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, tanpa mau menyebutkan berapa harga gas yang sudah disepakati, Selasa (2/8/2017) kemarin.
Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan akan segera melaksanakan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT PLN. Saat disinggung masalah harga, pihaknya enggan menyampaikan.Â
“Yang pasti ekonomis,” kelitnya seperti dilansir media nasional.
Sebelumnya, di dalam Plant of Developmen (PoD) harga gas lapangan Jambaran-Tiung Biru adalah US$8Â per MMBTU dengan eskalasi 2 persen per tahun. Sementara itu, PLN sempat meminta harga gas tersebut maksimal di angka US$7Â per MMBTU.
Dengan kesepakatan harga tersebut, dipastikan PT PLN memanfaatkan gas Jambaran-Tiung Biru untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-Bali 3 dengan kapasitas 500 Megawatt (MW) dan alternatif pasokan PLTGU Tambak Lorok.(rien)