SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki cara jitu membentengi kadernya terhindar dari paham radikalisme. Selama tiga hari 203 pemuda diwajibkan ikut Akademi Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
“Akademi ini bentuk upaya strategis pendidikan kader muda militan Nahdlatul Ulama (NU),†ujar Ketua PAC GP Ansor Rengel, M Mudzir, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (3/8/2017).
Targetnya para kader mampu mengemban amanah untuk menghadapi tantangan di masa depan. Diharapkan pula mampu membangun kesadaran pada diri kader muda, tentang An-Nahdliyah li-Indonesia sebagai spirit dan energi gerakan.
Tak kalah penting membentuk kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan gerakan. Demi meneruskan cita-cita organisasi dan perjuangan para Ulama NU. Dilihat secara organisasi tujuannya untuk menyiapkan kader-kader pemimpin tingkat menengah dalam tubuh GP Ansor.
Wakil Sekretaris Bidang Pengkaderan PC GP Ansor Kabupaten Tuban, Saiful Aris, menambahkan, dalam aturan main organiasi seluruh calon anggota Banser dan Ansor sebelum menjadi anggota terlebih dahulu harus mengikuti pelatihan pengkaderan.
Itu merupakan proses dan tahapan yang harus dilalui. Anshor tidak ingin ada anggota yang tidak memahami ajaran Ahlussunah Wal Jamaah. Apalagi memiliki pemikiran mau mengubah sistem negara NKRI, Bagi NU dan Ansor, Pancasila dan NKRI itu sudah final.
“Semua kader harus proses kami tak menginginkan kader instan,†tegas Saiful Aris.
Beberapa materi disampaikan dalam Diklat-Sar itu, diantaranya pengetahuan dasar tentang Ke-NU-an, Ke-banser-an, Aswaja, dan Amaliyah-Amaliyah NU. Materi-materi tersebut diberikan supaya peserta dapat membentengi diri dari paham radikal yang saat ini mulai merambah di Bumi Wali Tuban.
Utamanya materi dasar ke-NU-an, harus diberikan supaya kader bisa membentengi diri mereka dari paham Radikal. Dampaknya dapat memecah Persatuan dan Kesatuan NKRI.
Diketahui, acara tiga hari ini merupakan angkatan kedua yang digelar PAC GP Ansor Rengel. Di dalamnya terdapat dua agenda besar, yakni Diklatsar Banser dan Bhakti Sosial penebaran 10.000 bibit ikan Nila di Waduk Ngerong Pekuwon. (Aim)