SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemilik Wilayah Kerja Penambangan (WKP) sumur tua Pertamina EP Cepu Asset IV Field Cepu berharap, semua penambang benar-benar bisa menerima keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Karena kita khawatir, di lapangan itu masih ada penambang-penambang yang berseberangan dengan PT BBS,” kata Legal and Relations Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Agustinus, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Sabtu (5/8/2017).
Karena, apabila PT BBS bisa merangkul semua penambang di sumur tua maka operasional akan lebih tertata dengan baik.
Selain penambang, PT BBS diharapkan juga bisa merangkul Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di sumur tua saat ini, yakni KUD Sumber Pangan (SP).
“Apakah nanti kesepakatannya antara KUD dengan BUMD, atau BUMD dengan penambang ya semua silahkan,” imbuhnya.
Terkait ongkos angkat dan angkut, Â Agustinus, berharap ada rekening bersama antara PT BBS dengan penambang seperti di Blora, Jawa Tengah.
“Jadi, pada saat ada pembayaran dari Pertamina EP tidak tertahan di BUMD. Sehingga, ketika setor di Bank, langsung memilah mana bagian BUMD mana penambang,” tukasnya.
Disinggung kemungkinan membuat kesepakatan dengan KUD SP. Secara terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, menyampaikan bisa saja hal itu terjadi.
“Dan kami terbuka untuk itu,” pungkasnya.(rien)