Demi Keamanan Tuban Patung Kong Co Ditutup

penutupan patung

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban, Jawa Timur, akhirnya memutuskan menutup patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen dengan 10 lembar kain putih panjang 30 meter dan lebar 1,5 meter. Upaya ini demi keamanan Tuban di tengah serangan isu SARA akhir-akhir ini.

“Penutupan patung ini merupakan keputusan pengurus klenteng,” ujar ketua umum TITD KSB Tuban, Gunawan Putra Irawan, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di kawasan klenteng di Jalan RE Martadinata Tuban, Sabtu (5/8/2017).

Patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen yang diresmikan oleh Ketua MPR RI, Zulkifli ini merupakan sesembahan umat beragama Konghucu. Bahkan juga diakui oleh umat Tri Dharma di klenteng yang memiliki simbol kepiting dan menghadap laut utara tersebut.

Sebagai pengurus aktif, Gunawan meminta masyarakat Bumi Wali (sebutan lain Tuban) tidak mudah tersulut hasutan oknum luar daerah. Mereka yang beropini miring di media sosial, belum tentu paham detail kondisi patung sebenarnya.

Baca Juga :   Kunjungan Jokowi Diundur Pertengahan Mei

Sesuai rekomendasi rapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban diminta tegas menyikapi polemik klenteng. Inilah salah satu tindaklanjutnya, dengan menutup seluruh bagian patung.

Praktis penutupan ini disayangkan oleh beberapa wisatawan dari lokal maupun luar daerah. Seorang pengunjung dari Trenggalek, Vera, baru sekali ini datang ke klenteng.

“Sayang kalau di tutup padahal lokasinya di dalam klenteng,” terangnya.

Sambil menyelesaikan proses penutupan patung, Gunawan kini sedang mendiskusikan soal perizinan dengan pemkab. Harapannya segera ada titik temu, dan kembali menarik pengunjung luar daerah.

Pantauan di lapangan, selama penutupan patung terbesar se-Asia Tenggara ini mendapat pengawalan dari Kepolisian Resort (Polres) Tuban. Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad bersama jajaran langsung terjun ke lokasi.

“Sesuai slogannya Bumi Wali Spirit of Harmony tentu masyarakatnya harus damai,” pesan pria kelahiran Makassar ini.

Sampai dengan pukul 16:23 WIB, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban masih berupaya memasang kain di seluruh pemukaan patung. Lantaran angin kencang, akhirnya seluruh potongan kain harus dijahit dahulu.

Baca Juga :   2.997 Peserta Calon PPPK Bojonegoro Tak Lolos Seleksi Kompetensi

“Ternyata planing awal meleset dari praktik di lapangan,” terang Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono.

Joko belum bisa memastikan sampai pukul berapa pekerjaan ini rampung. Pastinya hari ini harus rampung, karena alat crane milik PT Semen Indonesia besok harus dikembalikan. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *