Korban Kekerasan Seksual Cabuli 12 Anak Sejak 2014

Pencabulan tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada hari Jumat (4/8) kemarin akhirnya membekuk seorang motivator AM (30) asal Dusun Beron, Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, di rumahnya karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Penangkapan lulusan SMA itu, setelah ada salah satu anak di bawah umur yang mengaku menjadi korban pencabulan.

“Malamnya langsung kami bawa ke Mapolres Tuban,” ujar Kapolsek Rengel, AKP Musa Bakhtiar, kepada suarabanyuurip.com, Senin (7/8/2017).

Setelah diinterogasi, ternyata pemuda yang masih lajang tersebut mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual. Tanpa berpikir panjang, akhirnya petugas meminta AM menuliskan nama korban.

Hasilnya mengejutkan, ada 12 pelajar SMP dan SMA Tuban yang pernah menginap di rumahnya dan dicabuli. Hal ini sangat memprihatinkan, rata-rata korban setelah dicabuli ada perubahan sikap dan psikisnya.

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, hari Minggu (6/8) kemarin baru menerima keterangan dari salah satu korban di Mapolres. Ternyata korban dan pelaku sudah kenal dari tahun 2013. Tahun 2014 terjadilah aksi asusila yang menyebabkan korban trauma.

Baca Juga :   Dishub Bojonegoro Warning PT TWU

“Ini pencabulan anak di bawah umur,” tegas pria kelahiran Makassar ini panjang lebar.

Pemeriksaan sementara, pelaku yang akrab disapa bang Ali itu sudah lama melakukan pencabulan kepada anak lelaki. Korbannya masih pelajar dan usinya di bawah 18 tahun.

“Saksi/korban baru satu yang diperiksa,” imbuh Fadly.

Modus cabulnya, bang Ali mengajak korban memginap di rumahnya. Saat bermalam inilah korban di rayu, diciumi, diraba, hingga disuruh memuaskan hasrat kelaminnya.

Sampai sekarang, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban terus melakukan pengembangan. Termasuk mebgidentifikasi alamat korban yang telah diakui pelaku.

Diingatkan pula, orang tua lebih selektif dan rutin memantau pergaulan anaknya. Jangan sampai kasus ini terulang kembali, karena dampaknya luar biasa pada anak.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *