SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemenang tender proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Gas Processing Facilities (GPF) lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Rekayasa Industri (Rekind) berencana dalam satu atau dua bulan kedepan segera mulai melaksanakan pekerjaannya.
“Insya Allah, satu atau dua bulan kedepan kita akan mengerjakan proyek GPF ini dengan nilai kontrak sebesar Rp11 triliun dalam jangka waktu tiga tahun,” kata Direktur Development dan Risk Management, Yanuar Budi Norman, kepada Suarabanyuurip.com saat di Bojonegoro, Senin (7/8/2017).
Pihaknya berharap, pengerjaan proyek ini ada nilai tambah bagi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tidak hanya sisi pendapatan daerah, tetapi juga keterampilan atau skill dari tenaga atau man power yang ada di Bojonegoro.
Saat ini, PT Rekind dalam proses negosiasi kontrak dengan operator lapangan unitisasi gas J-TB, Pertamina EP Cepu (PEPC). Namun karena PT Rekind merupakan penawar terendah, maka bisa dipastikan menjadi pemenang tender.
“Sebentar lagi sudah bisa mulai, minta doanya,” imbuh pria yang akrab disapa Yayan ini.
Sesuai rencana, PEPC akan melakukan pengembangan lapangan Unitisasi Gas J-TB di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, dan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro dengan mengebor enam sumur pada masa produksi awal. Gas yang akan dihasilkan nantinya diperkirakan sebesar 180 juta standar kaki kubik per hari.
Produksi gas sebesar 80 juta standar kaki kubik per hari, akan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik oleh PT PLN.
Proyek gas J-TB ini berada di atas lahan sekira 143 hektare. Rinciannya sekira 100 hektare untuk jalur pipa dan tapak sumur. Sedangkan selebihnya dipakai untuk prasarana lain.
Lapangan J-TB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020. Sedangkan, cadangan gas bumi lapangan J-TB diperkirakan mencapai 12 juta kaki kubik.(rien)