Sosialisasikan Internet Sehat di SMPN 1 Gayam

Sosialisasi internet sehat di SMPN Gayam

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Kasus-kasus pelanggaran undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Bojonegoro, Jawa Timur, menarik perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten setempat.

Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, mengaku, prihatin dengan kondisi ini. “Kita harus terus sosialisasikan dan ajarkan kepada siswa agar menggunakan internet secara sehat,” ucap dia dalam kesempatan Kampanye Internet Sehat di SMP Negeri 1 Gayam, Kecamatan Gayam pada Selasa (8/8/2017).

Menurut Hanafi, teknologi informasi menjadi perhatian dunia pendidikan. Teknologi ini menjadi penting dalam menopang proses belajar mengajar.

“Tapi juga berbahaya jika anak-anak kita salah dalam memanfaatkannya,”  paparnya.

Oleh karena itu, Hanafi, mengapresisasi operator lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar kampanye internet sehat ini.

“Kegiatan ini harus terus dilakukan,” ucap dia.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian program yang sudah berjalan di 4 sekolah yang menjadi sasaran target dari 10 sekolah yang rencananya akan menjadi tempat sosialisasi EMCL bersama partnernya yang membidangi tentang ITE.

Dalam sosialisasi kali ini, juga kembali menggandeng Polres Bojonegoro yang dihadiri oleh AKP Mashadi untuk menyampaikan materi tentang Cyber Crime.

Baca Juga :   Validasi Putus Sekolah Belum Dilakukan

Dalam materinya, AKP Mashadi, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang gencar mensosialisasikan tentang cyber troops, cyber army, cyber patrol kepada semua kalangan masyarakat.

“Saat ini kejahatan di dunia maya semakin marak dan susah sekali di

bendung, untuk itu kami membentuk satuan khusus untuk mengawasi lalu lintas yang ada di media,” jelasnya.

Mashadi, mengimbau, agar masyarakat berhati-hati. Kata dia, siapapun yang berani menyebar isu Hoax, nantinya akan berurusan dengan penegak hukum.

“Jadi siapapun penyebar fitnah hoax, memprovokasi yang menyebabkan terjadi kegelisahan menebar kebencian itu bisa ditindak sesuai UU ITE.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Galih Tiara, mengatakan, bahwa program ini merupakan komitmen EMCL mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Keahlian EMCL, kata dia, di bidang industri migas. Oleh karena itu, dalam mewujudkan kepeduliannya EMCL perlu menggandeng pihak-pihak terkait dan yang berkompeten di bidangnya.

“Kita akan terus mendukung dan mengapresisasi kegiatan-Kegiatan positif di masyarakat,” ujarnya.

Galih juga mengapresisasi dukungan masyarakat dalam mewujudkan suksesnya proyek negara di Lapangan Banyu Urip.

Baca Juga :   8 SMPN di Bojonegoro Lolos Verifikasi Adiwiyata Nasional

“Program-program kami di antaranya merupakan bentuk apresiasi terhadap dukungan tersebut,” katanya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *