SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tak mau kalah dalam merayakan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72, puluhan penambang pasir tradisional Bengawan Solo di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, antusias mengikuti lomba perahu hias. Berpusat di Dusun Tawangsari, Desa Ngadirejo, Rengel, acara ini bertujuan mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat.
“Lomba berhias perahu ini diikuti 20 peserta,” ujar ketua panitia lomba, Gatot Srikunto (38), kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di lokasi lomba, Minggu (13/8/2017).
Sejak pukul 07:00 WIB, 20 perahu dengan hiasan beraneka rupa telah standby di tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Berbagai kreasi dan seni mereka tunjukan mulai perahu dengan hiasan gambar hewan, bendera aneka warna, hingga menyerupai kapal perang.
Setelah berbaris sesuai nomor urutnya, setiap perahu kemudian diberangkatkan secara konvoi mengarungi sungai sepanjang 1 kilometer. Â Tak lama harus kembali ke garis start.
Pertunjukan yang tak biasa dan pertama kalinya itu, menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat. Sampai pemenang lomba diumumkan juri, tak masyarakat enggan meninggalkan lokasi lomba.
“Semoga tahun depan lebih semarak dengan peserta dari desa ataupun kabupaten lain,” harapnya.
Satu pertunjukan yang sangat menghibur warga, karena adanya aksi teatrikal di atas perahu di Bengawan Solo. Salah satu peserta dengan piawai menggambarkan perjuangan para pahlawan saat perang melawan Belanda.
Bagian yang memgharukan dalam teatrikal itu, para pahlawan kemerdekaan merobek bendera Belanda. Pada akhirnya menjadi merah putih saja.
“Momennya kemerdekaan jadi kita temannya sesuai dengan perjuangan,” sambung salah satu peserta lomba, Mujahidin (45) dikonfirmasi terpisah.
Dia menggambarkan proses perjuangan para pahlawan saat melawan penjajah di masa lalu. Tujuannya tak lain menggugah semangat generasi muda, untuk berbakti dan mengabdi kepada Indonesia.
Untuk pelaksanaan pengamanan lomba, sejumlah petugas Polsek Rengel, Polres Tuban diterjunkan di sekitar area perlombaan.
Sebagaimana tugasnya selalu menghimbau warga untuk hati-hati, khususnya anak-anak supaya tidak terlalu ke tepi sungai.
Lebih dari itu, sebagai antisipasi dan mencegah adanya korban yang tenggelam atau perahu yang rusak juga melibatkan tim Sar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Langkah ini untuk melakukan pengamanan di area perlombaan dengan menggunakan perahu karet.
Terpisah, Kapolsek Rengel, AKP Musa Bakhtiar, selaku inisiator lomba menambahkan tujuan kegiatan ini merupakan upaya Polsek Rengel untuk mempersatukan para penambang yang sebelumnya pernah ada konflik. Disamping itu, menjadi cikal bakal destinasi wisata air di wilayah setempat.
“Semakin banyak warga memanfaatkan perahu tentu akan mengurangi kemacetan,” pungkasnya.(Aim)