Warga Dermawu Dikenalkan Penyakit Osteoarthritis

Seminar kesehatan Unirow

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Di tengah minimnya akses informasi kesehatan, mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN)- Pemberdayaan Masyarakat (PM) 2017 langsung mengenalkan penyakit nyeri sendi atau Osteoarthritis kepada warga Desa Dermawu, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Bertempat di balai desa setempat, seminar kesehatan ini juga mendatangkan pemateri dari Stikes NU Tuban, Ahkmat Winarto. S.Kep.,SH.

“Penyakit ini sangat penting diketahui bagi warga Lansia,” ujar Ketua KKN, Ahmad Maulid, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/8/2017) kemarin.

Seminar ini dilatarbelakangi masih minimnya warga peduli tentang kesehatan. Sesuai yang dihimpun, ternyata banyak yang mengeluhkan rematik di sekujur tubuhnya. Oleh karena itu, dibuatlah kegiatan seminar kesehatan.

“Semoga seminar hari ini membawa perubahan pada pola kesehatan masyarakat sekitar,” harapnya.

Perwakilan perangkat Desa Dermawu, Junarso, mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Dia juga menyempatkan diri berbagi pengalaman mengenai kesehatan, dan dampak kedepannya bagi keluarga sekaligus masyarakat.

Kesehatan sangatlah penting, apalagi bagi kepala rumah tangga sebagai tulang punggung keluarga. Kegiatan ini banyak manfaat yang akan bisa kita ambil, sehingga bisa merubah pola kesehatan kelak.

Baca Juga :   Gelar Kampanye Edukasi Anak Sehat di Gayam Bojonegoro

Pemateri, Ahkmat Winarti, menambahkan, masyarakat sekitar perlu menyadari pentingnya kesehatan. Perlu mengetahui apa saja yang baik dan tidak untuk metabolisme tubuh.

Apalagi peran aktivitas dan gizi bagi tubuh manusia sangatlah penting. Selain sebagai nutrisi tubuh, juga sebagai sumber tenaga dan pertumbuhan.

Banyak kandungan gizi yang ada dalam makanan, dan mempunyai peran masing-masing dalam tubuh. Tentunya apabila dikonsumsi dengan porsi kurang atau kelebihan, dapat mengganggu fungsi tubuh atau bahkan muncul dampak kesehatan.

Sekaligus bisa dijadikan gambaran mengenai seluruh terapi yang bisa dijangkau masyarakat, dalam penanganan pertama ketika merasakan nyeri/linu-linu pada sendi (osteoarthritis). Saat ini kesadaran terhadap kesehatan masih sangat minim, sehingga melalui seminar ini diharapkan juga akan lebih mengetahui pola hidup sehat dan dapat diterapkan.

“Misalnya melalui kegiatan rutin berolahraga, mengurangi makan makanan yang mengandung kacang kacangan (sesuai takaran), dan rajin mengkonsumsi air putih, buah dan sayur,” ujarnya.

Salah satu peserta seminar, Unti, menyambut baik adanya seminar kesehatan seperti ini. Selain banyak mengetahui tentang kesehatan, dia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali lebih dalam mengenai kesehatan.

Baca Juga :   Serap Aspirasi, RSUD Bojonegoro Gelar Forum Konsultasi Publik 

Selama ini dia adalah tipe orang yang tidak percaya dengan diet. Setelah saya diajak teman-teman untuk diet dan merasakan dampaknya, ternyata pola hidup sehat itu sangat bagus untuk tubuh.

Selain mengurangi dampak terjadinya rematik, tubuh juga menjadi sehat. Apalagi dalam kesempatan ini, Unti senang karena bisa langsung konsultasi dengan pemateri.

Seminar kesehatan bertema ‘Kenali gejala, penyebab dan pengobatan nyeri sendi’, ini diikuti oleh penduduk asli, perangkat desa, organisasi kepemudaan maupun lembaga yang menaungi seluruh masyarakat.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *