Pertamina Pinjami Lahan Pendirian Menara Hilal

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu melalui Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) akhirnya meminjami lahan untuk pendirian menara pantau hilal di bukit Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Upaya ini sebagai dukungan perusahaan plat merah terhadap Kementerian Agama (Kemenag) Tuban yang belum sekalipun melihat hilal awal Ramadan maupun Syawal.

“Surat izinnya sudah diberikan GCI ke Kemenag Tuban,” ujar Humas PT GCI, Yenni Hartatik, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Selasa (15/8/2017).

Perolehan izin lokasi dari pertamina dibenarkan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Lokasi menara pantau nantinya berada di kawasan Distrik Kawengan Desa Banyuurip.

Perihal rencana itu, kemenag telah berkoordinasi dengan instansi lain. Awalnya sudah ada proposal dari badan hisap rukyat Kabupaten Tuban tanggal 4 April 2017 Nomor: 003/KK.13.17.7, tentang bantuan bangunan menara pantau hilal.

Baru kemudian ditindaklanjuti dengan surat dari kemenag tanggal 11 April 2017, Nomor B-973/KK.13.17.7/KK.03.02.IV./2017 perihal permohonan bangunan. Nantinya dalam hal pelaksananya akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tuban.

Baca Juga :   BLH Tunggu KA Andal PT Abadi Cement

“Untuk anggaran proyek telah disiapkan Rp 304.690.000,” terang politisi PKB Tuban ini panjang lebar.

Sekalipun menara pantau ini sudah berdiri, Noor Nahar, masih memiliki keraguan. Hilal tetap akan sulit terlihat, mengingat kondisi geografis Banyuurip perbukitan dan kawasan hutan. Kalau cuaca kurang mendukung, tentu hilal mustahil terlihat. Hal ini telah terbukti dua tahun terakhir. Tak sekalipun tim kemenag melihat bulan awal puasa dan hari raya Idul Fitri.

“Gerimis sebentar saja kabutnya akan datang,” jelasnya.

Puluhan tahun sebelumnya, tim kemenag memantau hilal di pelabuhan Semen Gresik di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Selama itu pula tak sekalipun hilal nampak. Faktornya banyak lalu lalang kapal tongkang muatan batu bara. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *