SKK Migas Setujui Biaya Kedung Keris

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Jakarta – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyampaikan, biaya untuk pengembangan Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). 

“SKK Migas setuju untuk biaya pengembangan Lapangan Kedung Keris pada akhir Juli lalu,”ujar Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Rabu (16/8/2017). 

Meski tidak menyebut nilainya, namun dengan adanya persetujuan tersebut maka EMCL akan segera membangun pipa yang menghubungkan dari Lapangan Kedung Keris menuju Centar Processing Facility (CPF) di Lapangan Banyuurip, Kecamatan Gayam atau sepanjang 14 kilometer. 

“Jika sesuai target maka Lapangan Kedung Keris akan bisa mulai berproduksi pada akhir 2019,”imbuhnya. 

Seperti diketahui, sesuai dengan Plan of Development (PoD), kapasitas fasilitas produksi itu bisa mencapai 5.000 barel per hari (bph).

Pengeboran sumur Kedung Keris dilakukan dengan kedalaman  2.143 meter dan memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel. (rien)

Baca Juga :   Tim Pembebasan Lahan Kilang Belum Waktunya Bertindak

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *