Warung Mamin Mulai Menjamur di Jambaran Sentral

Warung mamin jambaran sentral

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Keberadaan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) tak hanya memunculkan dampak negatif saja. Namun juga telah memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi bagi warga sekitar. Disamping tenaga kerja (naker) juga peluang usaha lainnya.
Di sekitar lokasi Jambaran sentral, misalnya. Di sana sudah mulai menjamur warung mamin.

Sedikitnya sudah enam warung makanan dan minuman (mamin) yang dibuka warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, sejak bulan Juni 2017 dan masih berpotensi akan terus bertambah.

Salah satu penjual mamin warga Desa Kaliombo, Gamirah, mengatakan, sudah sejak akhir bulan Juni lalu membuka warung mamin di sekitar lokasi Jambaran sentral.

“Alhamdulillah lumayan buat menambah pemasukan ekonomi keluarga,” kata Gamirah, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Selain warga sekitar, kata Gamirah, mayoritas yang membeli mamin seperti kopi, jajan gorengan, es dan lain lain setiap harinya adalah pekerja proyek J-TB. “Ramainya itu pagi saat tenaga kerja hendak aktivitas, kemudian saat jam istirahat siang dan hendak mau pulang kerja,” ungkapnya.

Baca Juga :   Warga Ngasem Akan Kepung ATW

Ketika disinggung, berapa hasil setiap hari yang diperoleh. Gamirah mengaku, tidak bisa ditentukan. Karena melihat kondisi proyek sedang libur atau tidak. Jika situasi sedang ramai hasil yang didapat sekira Rp400.000 sampai Rp500.000 itu belum terpotong modal.

“Kalau pas kondisi sepi antara Rp200.000 sampai Rp300.000. Tapi berapapun hasilnya tetap saya syukuri, Pak,” ungkapnya.

Senada diungkapkan, Anik, warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, yang setiap harinya berjualan mamin di sekitar wel pad J-TB. Dia mengaku, pada saat kondisi ramai pernah mendapatkan hasil lebih dari Rp800.000 sehari, dan juga pernah memperoleh Rp300.000 sehari kondisi sepi.

“Kalau kondisi ramai sopir ngirim material di lokasi J-TB pendapatan yang saya peroleh meningkat jika sepi juga menurun sudah biasa, Mas. Jadi sudah tidak kaget lagi,” sambung Anik.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *