SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap, saat Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berproduksi pada 2019 mendatang, bisa menjadi desa penghasil migas dan penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD) meningkat.
“Kalau sekarang belum jadi desa penghasil, ADD nya kecil,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setono, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Selasa (22/8/2017).
Tahun ini, alokasi penerimaan ADD Sukoharjo dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp390.178.000 sementara Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp763.131.500.
“Kalau sudah menjadi desa penghasil otomatis pendapatan dari ADD akan meningkat. Sehingga, bisa membantu ekonomi rakyat melalui pembangunan dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Dari data yang didapat melalui Bojonegorokab.go.id menyebutkan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro menjadi daerah penerima ADD dan DD terbesar pada tahun 2017. Kecamatan Gayam merupakan wilayah penghasil minyak dan gas bumi (migas) yang cadangan migasnya mampu menyumbang 20 persen kebutuhan nasional.
Sumber migas di Kecamatan Gayam adalah Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang juga di operatori  EMCL.
Dua desa di Kecamatan Gayam menjadi penerima ADD dan DD urutan pertama dan kedua adalah Desa Mojodelik dan Desa Gayam, yang mendapat kucuran ADD dan DD sebesar kurang lebih Rp1,8 miliar.(rien)