Kekeringan Landa Randublatung

Ambil air di sumur pantek cepu

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Musim kemarau tahun ini mulai membuat sebagaian wilayah di Kabuaten Blora, Jawa Tengah, terlanda kekeringan. Sehingga mengakibatkan warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Seperti yang dialami warga Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung, yang terhitung sejak dua bulan terakhir telah kesulitan air bersih.

Warga Plosorejo, Novi, mengatakan, kondisi kekeringan itu terjadi setelah hari raya idul fitri lalu. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih harus ke sumur pantek yang letaknya jauh dari permukiman warga. Karena sumber sumur yang ada dilingkungan rumahnya telah kering.

Biasanya, kata dia, jika kondisi sudah seperti ini droping air bersih dari pemerintah sudah ada.

“Sampai saat ini belum ada bantuan air bersih dari pemerintah,” kata Novi, ditemui suarabanyuurip.com saat sedang mengambil air di sumur pantek, Kamis (24/8/2017).

Belum adanya bantuan air semakin membuat warga kesulitan. Karena saat ini tinggal dua sumber air yang digunakan warga sekitar.

Namun tidak semua warga mengambil air dari sumur, ada sebagian warga memilih untuk membeli air.

Baca Juga :   AMKLB Lanjutkan Pemblokiran Jalan Balok Cepu

“Untuk dua jerigen harganya Rp5.000,” ujarnya.

Warga lain, Lastri, mengatakan, air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Seperti kebutuhan masak, mandi dan juga untuk minum ternak.

“Setiap hari kira-kira tiga kali mengambil air. Pagi setelah mengantarkan anak sekolah. Siang dan sore. Kalau pagi biasanya sampai mengantre,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Sri Rahayu, menjelaskan, kekeringan di Desa Plosorejo hingga saat ini belum ada laporan sama sekali dari kecamatan maupun desa. Sehingga pihak BPBD belum melakukan tindakan pengiriman air.

“Kalau belum ada laporan kami kan tidak bisa tiba-tiba mengirim air,” tuturnya.

Pihaknya berharap, untuk kepala desa atau camat, bisa sesegera mungkin melaporkan kekeringan pada BPBD. Supaya segera mendapat bantuan.

“Seperti beberapa waktu lalu dari Kecamatan Jati, ada laporan dan kami langsung melakukan tindakan,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *