SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), mengungkapkan, telah menindaklanjuti issu debu dan dinding retak di Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, dengan melakukan pembahasan bersama kontraktornya PT Pembangunan Perumahan (PP).
Hasil pembahasan yang akan segera dilaksanakan adalah pertama PP akan melakukan penambahan volume penyiraman yang semula empat kali sehari di sekitar permukiman warga menjadi lebih banyak sesuai situasi dan kondisi pada saat pelaksanaan pekerjaan.
Kedua PP akan segera melakukan pengecekan dan assessment penyebab utama dinding  yang diissukan retak oleh pemiliknya karena aktivitas grader.
Ketiga PEPC akan mendampingi perwakilan PP untuk menghadiri rapat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro guna melaporkan penanganan debu yang telah dilakukan selama ini.
PGA & Relation Manager, Kunadi, menyatakan, bahwa PEPC telah berkoordinasi dan mendorong PP untuk segera menyelesaikan issue debu dan dinding retak yang dikeluhkan beberapa warga Pelem.
“Untuk kedepannya, PEPC berharap kepada PP untuk lebih proaktif dan berkoordinasi dengan DLH dalam mengelola dan memantau lingkungan di area  proyek ECW J-TB,” kata Kunandi.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Pelem, Parlan, mengaku, adanya dampak yang diduga kuat ditimbulkan dari aktivitas proyek J-TB. Salah satunya adalah getaran alat berat grader saat melakukan pemadatan jalan menuju Jambaran Sentral pada awal bulan Mei 2017 lalu telah membuat tembok dan lantai keramik rumah miliknya retak.
Selain itu juga berkaitan dengan polusi debu yang setiap harinya dirasakan warga. Karena penyiraman kurang maksimal. Kemudian pihak DLH Bojonegoro melakukan sidak langsung di jalan menuju lokasi proyek J-TB.(rien/sam)