TK Muslimat NU Menanti Kepedulian JOB P-PEJ

Plafon TK

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sekian lama pengurus Yayasan TK Muslimat NU Dusun Logawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menanti kepedulian pengelola Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Usulan plafon sampai sekarang belum direspon, padahal proposal beserta rinciannya telah dikirimkan.

“Permintaan ini karena jalan lingkungan depan TK kerap dilalui kendaraan besar menuju gudang Bahan Peledak (Handak) milik perusahan Migas,” ujar Kepala TK Muslimat NU, Umi Mukhoyyaroh, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di kantornya, Sabtu (26/8/2017) kemarin.

Perempuan murah senyum ini kecewa, karena perwakilan perusahaan kurang responsif. Sesuai permintaan, pihak yayasan TK Muslimat NU telah mengirimkan rincian bantuan plafon sebagai bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dekatnya jarak TK dengan gudang Handak, seharusnya menjadi perhatian perusahaan yang kontraknya rampung pada Februari 2018 mendatang. Sedikitnya ada dua dampak dari aktivitas gudang Handak, meliputi bahaya laka anak-anak TK, dan paparan debu kendaraan.

“Sangat was-was kalau kendaraan besar melintas bertepatan dengan anak-anak lewat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Angkutan Pelajar Gratis Tambah Satu Rute Bojonegoro Timur

Adanya permintaan plafon dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Sawahan, Sunarto. Dia mengaku tidak berani menganggarkan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) untuk yayasan. Beda lagi kalau bukan yayasan, pemerintah desa pasti bisa membantu.

“Plafon juga penting karena saat hujan anak-anak tidak nyaman terkena percikan air dari genteng,” jelasnya.

Dalam mediasi berkali-kali dengan Govrel JOB P-PEJ, pihaknya kecewa karena tidak ada hasil yang memuaskan. Bahkan intennya komunikasi pemerintah desa, diabaikan pihak humas perusahaan.

Menyikapi tuntutan plafon TK Muslimat NU, Govrel JOB P-PEJ, Tarmizi, mengaku, sudah menerima proposal dari pihak yayasan. Secepatnya akan ditindaklanjuti, dan dipastikan terealisasi tahun ini.

“Tahun ini yang terealisasi hanya plafon dan pelatihan karang taruna,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada tujuh poin tuntutan warga yang dibahas dalam mediasi meliputi satu.a. Pembangunan saluran irigrasi lokasi atas. satu.b. Pembenganunan saluran irigrasi lokasi bawah. Dua, kontribusi kepada karang taruna dan desa. Tiga, Perekrutan tenaga kerja. Empat, Dana dan program CSR. Lima, Pengadaan lampu jalan. Enam, kontribusi/bantuan terhadap lembaga pendidikan (PAUD/TK/SD). Tujuh, Kompensasi terhadap warga di lingkungan area gudang Handak. (Aim)

Baca Juga :   General Manager GoFun Bojonegoro Berbagi Cara Sukses Membangun Bisnis kepada Mahasiswa Unigoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *