PP Sosialisasikan Pemancangan di Desa Pelem

Pp sosialisasi pancang di pelem

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), PT Pembangunan Perumahan (PP), pelaksana proyek Engineering, Procurement, and Construction Early Civil Work (EPC ECW) Unitisasi Gas Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) menggelar sosialisasi pemasangan pancang di Kali Panggang Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/8/2017).

Sosialisasi dilaksanakan di rumah warga setempat, Parlan. Dihadiri Kepala Desa (Kades) Pelem Sudawam, Camat Purwosari Bayudomo Margajelita, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PP, PT Tonindo subkon PP, warga terdampak dan Muspika Purwosari.

Project Control Manager PT PP, Akhlis Fitanto, mengatakan, tujuan sosialisasi pemancangan di Kali Panggang ini agar warga mengetahui kegiatan yang akan berlangsung. Sekaligus menampung aspirasi warga sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Pemasangan pancang akan dilakukan oleh PT Tonindo. Kegiatan akan berlangsung sekitar sebulan,” jelas Aklis.

Perwakikan PT Tonindo, Adang, mengungkapkan pemancangan akan dilakukan di 102 titik dengan kedalaman sesuai teori 15 meter. Kegiatan akan dimulai pada hari Sabtu (2/9/2017).

“Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan adalah getaran dan bising,” sambung Adang.

Baca Juga :   Perbaikan Jalan KDK Dilanjutkan

Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Pelem, Sudawam berpesan agar PP maupun Tonindo benar-benar memperhatikan dampak kegiatan pemancangan di Kali Panggang agar tidak meninbulkan permasalahan baru.

Selain Dawam itu juga mengingatkan agar pemberdayaan warga diperhatikan. Artinya melibatkan warga sesuai dengan keahlianya masing masing.

“Sehingga warga tidak hanya mendapatkan dampak negatifnya saja, tetapi juga dampak positifnya,” pesan Sudawam.

Sudawam menyarankan agar pihak PP maupin Tonindo untuk melakukan pengecekkan rumah warga yang dekat dengan pemancangan. Tujuannya jika terjadi keluhan warga terkait dinding rumah retak dan lainya bisa dibuktikan dengan jelas.

“Jadi kalau ada keluhan warga sebelum dan pasca kegiatan bisa jelas buktinya,” imbuhnya.

Sementara Camat Purwosari, Bayudono Margajelita mengaku mendukung penuh kegiatan proyek negara ini. Namun pihak perusahaan juga harus memperhatikan warga sekitar proyek, dan menjalin komunikasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Polsek, dan Koramil secara intens.

“Dampak lingkungan memang perlu diperhatikan serius dan perlu diantisipasi jangan sampai muncul permasalahan baru,” pesan Bayudono.(sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *