Pertamina : BBS Belum Siap Setor Minyak Mentah

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV Field Cepu menyatakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum siap mengelola sumur tua.

“BBS belum siap transportasi tradingnya, truk tangkinya belum ada,” kata Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Heru Irianto saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Rabu (30/8/2017).

Pihaknya masih melihat sampai satu bulan kedepan, apakah PT BBS mampu melakukan penyetoran minyak sesuai target yang ditentukan sebesar 500 barel per hari (Bph).

Apabila belum sesuai target, maka Pertamina EP Asset IV Field Cepu akan memanggil PT BBS dan menanyakan hal tersebut untuk dilakukan evalusi.

“Kita sekarang lihat dulu, kalau misalnya hari pertama mampu setor 500 Bph, tapi hari kedua dan seterusnya menurun sampai 200 Bph ya berarti ada sesuatu dengan penambang,” tandasnya.

Sesuai awal perjanjian, apabila PT BBS tidak bisa menyetorkan minyak sesuai target maka Pertamina EP Asset IV Field Cepu akan memberikan sanksi.

Baca Juga :   Minta Pokmas Penuhi Aturan Angkutan Minyak

“Seharusnya, sejak diberlakukannya perjanjian PT BBS sudah harus menyetorkan minyaknya,” tukas Heru.

Akibat belum adanya setoran minyak mentah dari sumur tua ke Pertamina EP Asset IV Field Cepu, para penambang harus menunggu hingga PT BBS siap operasional.

Karena sesuai kontrak penyetoran minyak mentah dari kurang lebih 500 sumur di Lapangan Wonocolo, Dandangilo, dan Ngrayong harus melalui Delivery Order (DO) atas nama PT BBS.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, menyampaikan, saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan alat transportasi berupa truk tangki untuk angkat dan angkut minyak.

“Kami masih hitung,” ujarnya melalui pesan singkat yang dikirimkan Suarabanyuurip.com.

Untuk truknya, mantan wartawan senior di Bojonegoro ini menjelaskan, nantinya bisa jadi adalah milik kelompok penambang sendiri yang diajukan ke PT BBS dan memenuhi persyaratan standarisasi oleh Pertamina.

“Intinya kami ingin semua berjalan sesuai aturan yang ada dan mengedepankan kesejahteraan penambang lokal Kedewan sendiri,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, kalau dalam waktu dekat truk tangki milik kelompok penambang belum ada yang standart, maka PT BBS akan menggunakan armada lain di Bojonegoro sampai armada kelompok penambang siap.(rien)

Baca Juga :   Pertamina Perluas Pangkalan Resmi LPG 3 Kg di Jatim

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *