SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penyertaan modal atau participating interest (PI) Blok Cepu, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) mengaku masih melakukan kajian mendalam terkait keberlanjutan pengembangan gas di proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori oleh Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC).
“Masih dalam kajian yang cukup mendalam oleh masing-masing Badan Kerja Sama atau BKS termasuk PT ADS,” kata Direktur Utama PT ADS, Ganesha Askari, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (4/9/2017).
Meski demikian, sebagai pemegang sahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, pada akhirnya tetap bupati yang memberikan keputusan. Sedangkan direksi hanya memberikan data-data yang jadi bahan evaluasi atau kajian.
“Kalau skenario awal, gas di J-TB memang tidak ekonomis. Namun sekarang terjadi perubahan skenario,” tukasnya.
Saat ini, skenario pengembangan unitisasasi gas J-TB antara pemerintah dan PEPC terjadi perubahan. Hal ini menyusul ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melepaskan seluruh hak kelola di J-TB.
Sementara Komposisi hak kelola Lapangan J-TB terdiri dari EMCL dengan hak kelola 41,4 persen, sebesar 41,4 persen PEPC, Pertamina EP sebesar 8 persen dan BUMD 9,2 persen.(rien)