SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, dalam perjanjian sementara dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE) yang berjalan selama satu tahun kedepan terhitung sejak tanggal 1 Juli 2017 belum ditentukan target produksinya.
Direktur BPE, Christian Prasetya, mengaku, jika belum ada target produksi dari Pertamina.
“Belum ada target produksi, karena sumur baru belum pernah produksi. Tapi kalau dari Ledok dan Semanggi ada target, Mas, buat 6 bulan terakhir ke depan,” ujarnya.
Namun, dirinya belum bisa memberikan jawaban terkait besaran target produksi tersebut.
“Data di kantor, Mas,” katanya singkat.
Sementara, Agustinus, Legal & Relation Manager PT Pertamina EP Asset 4, membenarkan jika belum ada terget yang ditentukan untuk BUMD Blora dalam pengelolaan sumur tua di wilayah Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Memang belum ada. Tapi, untuk perjanjian selanjutnya akan kita tetapkan target produksi untuk BUMD Blora. Untuk sementara, berapapun produksinya kita terima,” terangnya.
Akan tetapi, lanjut dia, ada evaluasi setiap enam bulan berjalan.
Dirinya mengaku, baru BUMD Bojonegoro saja yang ditetapkan target produksinya. “Jika dalam perjalanan BUMD Bojoneoro tidak mampu memenuhi kewajibannya, akan kita lakukan pemutusan kerja sama. Tentunya dengan beberapa tahapan, baik surat peringatan maupun pembinaan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, BUMD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) ditarget oleh Pertamina untuk memenuhi produksi minyak mentah dari lapangan sumur tua, sebesar 500 barel per hari (bph).(ams)