Kemenag Bojonegoro : Tidak Ada WNA Naker Migas Nikahi Warga Lokal

22713

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyerap ribuan tenaga kerja (naker). Sebagian kecil di antaranya naker berkewarganegaraan asing (WNA). Namun belum ditemukan adanya warga ekspatriat yang menikah secara resmi dengan warga pribumi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bojonegoro, Suhaji menyatakan, bahwa pihaknya tidak menemukan catatan pernikahan warga negara Indonesia (WNI) dengan WNA. Baik yang berasal dari naker di proyek migas maupun secara umum. 

“Data dua tahun terakhir lebih, dimulai sejak tahun 2018 sampai dengan bulan mei 2021, tidak ada dalam catatan kami WNA yang menikahi WNI atau warga lokal Bojonegoro,” ungkapnya kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (4/6/2021).

Disinggung apakah mungkin terjadi pernikahan sirri atau bawah tangan antara warga lokal dengan warga asing, Suhaji mengaku tidak mengetahui tentang hal itu. Karena pernikahan sirri tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

“Soal itu saya tidak tahu, karena pernikahan sirri itu meskipun sah secara agama, tetapi tidak tercatat di KUA. Tentunya kami tidak ada data tentang itu,” ucapnya.

Baca Juga :   Warga Kalianyar Tak Pernah Ikuti Sosialisasi

Suhaji juga mengaku belum mendapat laporan tentang dampak perubahan prilaku warga sekitar tambang migas dengan kehadiran WNA maupun pekerja dari luar daerah. Namun begitu, Kemenag Bojonegoro sudah mengantisipasi masalah tersebut.

“Perihal antisipasi persoalan sosial keagamaan, kemenag mempunyai Penyuluh Keagamaan sebagai leading sector dalam bimbingan masyarakat islam. Perannya sangat strategis dalam rangka membangun mental, moral, dan nilai ketaqwaan umat serta turut mendorong peningkatan kualitas kehidupan umat di bidang keagamaan,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bojonegoro, Slamet membenarkan, ada sejumlah naker asing di perusahaan migas.

Disebutkan, dari data Tenaga Kerja Asing (TKA) yang melakukan kunjungan kerja/bekerja di Cepu, Kabupaten Blora dan Bojonegoro, tercatat sebanyak tiga TKA berasal dari tiga negara berbeda. Yakni, Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat. 

“Ada tapi tidak banyak. Tiga orang, semuanya bekerja di ExxonMobile Cepu Limited (EMCL),” tutupnya.(fin)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   SKK Migas : Lapangan Sukowati Diserahterimakan Pertamina EP Asset 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *