SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, mencatat dampak kekeringan di wilayahnya terus meluas. Sekarang ada tujuh kecamatan terdampak, salah satunya kawasan pemboran Migas Lapangan Tapen di Kecamatan Senori.
“Sebelumnya hanya enam kecamatan terdampak,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Selasa (5/9/2017).
Kecamatan yang terdampak sekaligus berpotensi kekeringan meliputi, Kecamatan Parengan terdiri Desa Pacing, Brangkal, dan Sukorejo. Kecamatan Grabagan ada dua desa yakni, Ngandong dan Grabagan.
Lainnya, Kecamatan Semanding terdiri dari Desa Prunggahan Kulon, Sambungrejo, Genaharjo, Jadi, dan Gesing. Untuk Kecamatan Senori mulai Desa Sidoharjo, Sendang, Jatisari, Medalem, Kaligede, Wangluwetan, Wanglukulon, Leran, dan Rayung.
Kecamatan Bangilan terdiri Desa Klakeh, dan Kedungjambangan. Kecamatan Montong yang kekeringan meliputi, Desa Nguluhan, Talangkembar, Manjung, Bringin, Maindu, dan Guwoterus.
Untuk wilayah sekitar pabrik semen BUMN di Kecamatan Kerek, ada Desa Sidonganti, Gaji, Trantang, Tengger Wetan, dan Gemulung. Terakhir Kecamatan Soko yang menjadi wilayah sekitar Lapangan Migas Mudi terdiri Desa Klumpit, Jati, Jegulo, Pandanagung, dan Tluwe.
“Untuk Kecamatan Soko tahun ini masih kondusif dalam kategori kering langka terbatas/masih berpotensi,” jelas Joko.
Secara keseluruhan ada 37 dusun, 26 desa di tujuh kecamatan terdampak. Sedangkan untuk keseluruhan potensi ada 47 dusun, 36 desa di delapan kecamatan.
Ditambahkan pula, ada laporan sejak kemarin beberapa wilayah terjadi hujan meski sebentar tapi lebat. Wilayah yang melapor mulai Kecamatan Montong, Kerek, dan Kota.
“Mudah-mudahan bisa mengurangi potensi kekeringan,” pungkasnya.(Aim)