SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dugaan penyerobotan pekerjaan pipanisasi gas Gresik – Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas (Pertagas) di section 5 A wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, antara Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (LSM-MSTPM) dengan PT Arandra Citra Mandiri (ACM), subkontraktor  Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri (KWRK) belum menemukan jalan keluar.Â
Penyebabnya, KWRK tidak membawa bukti dokumen pada hearaing (rapat dengar pendapat) dengan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jumat (8/9/2017). Akibatnya hearing akan dilanjutkan pada Selasa (12/9/2017) pekan depan.
Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi  mengatakan pihaknya sebenarnya sudah mendapat klarifikasi dari Pertagas selaku kontraktor pipa gas dan sub kontraktornya KWRK, tapi mereka tidak membawa bukti dokumennya.
“Kita sudah meminta mereka membawa bukti autentik terkait tudingan LSM-MSTPM. Bukti itu sangat penting untuk mengetahui kebenaraan dari persoalan ini,†kata Sally Atyasasmi kepada suarabanyuurip.com usai melakukan rapat dengar pendapat.Â
Rencananya rapat lanjutan akan dilakukan bersama dengan Komisi A karena menyangkut hukum dan pemerintahan.
“Kalau ada bukti berupa dokumen pemenang tendernya siapa baru ada keputusan,†tegasnya.
Politisi asal Partai Gerindra ini juga meminta bukti keterlibatan tenaga kerja lokal oleh KWRK dan main kontraktornya. Karena dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) No 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal ada kewajiban perusahaan migas menggandeng warga sekitar.
“Apalagi di sini sudah banyak yang berpengalaman di proyek Blok Cepu,†imbuhnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan KWRK, Muhsin menyampaikan untuk pekerjaan pipa gas di Bojonegoro ada 11 Kecamatan yang dilewati. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberejo, Balen, Kapas, Bojonegoro, Dander, Kalitidu, Gayam, Purwosari, dan Padangan.
Untuk tiap-tiap kecamatan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat  untuk melibatkan tenaga kerja lokal.Â
“Kami telah koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Desa untuk penyerapan tenaga kerja lokal,” imbuhnya.(rien)