SuaraBanyuurip.com – Pemerintah pusat akan membangun 7 pabrik pupuk baru. Pembangunan pabrik pupuk baru ini dinilai lebih efisien karena penggunaan bahan baku gasnya hanya 22-23%. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan merevitalisasi pabrik tua yang penggunaan bahan baku gasnya mencapai 43%.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan 7 pabrik pupuk baru mencapai sekitar Rp 50 triliun. Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap sampai 10 tahun kedepan.
“Untuk lima pabrik pertama akan selesai dibangun sebelum 2029,” tegasnya.
Hanya saja Arman tidak menyebutkan lokasi pembangunan 7 pabrik pupuk baru. Namun, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah pernah menyampaikan, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) akan membangun pabrik di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, juga pabrik etanol-metanol.
Kedua pabrik besar itu akan memanfaatkan produksi gas dari Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dikelola Pertamina EP Cepu di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.
Menurut Nurul, kedua investor telah menyatakan kesiapannya untuk membangun pabrik pupuk Sriwidjaja dan etanol-metanol di Kabupaten Bojonegoro.
“Kami sudah komunikasi, pabrik pupuk Sriwidjaja dan Bioetanol akan berdiri di Bojonegoro,” kata Nurul saat debat pamungkas Pilkada Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Nurul menambahkan, masuknya investor besar untuk membangun pabrik di Bojonegoro ini akan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian. Sebab, mayoritas petani Bojonegoro adalah buruh tani.
“Evaluasi kita selama lima tahun ini tidak ada pembangunan pabrik di Bojonegoro. Untuk itu, kita akan mempermudah perizinan agar banyak investor besar masuk Bojonegoro, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertanian, mengurangi pengangguran dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.(red)





