Tunda Nikmat PAD Sumur Tua Gegunung

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sekalipun Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) telah memproduksi minyak dari Lapangan Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, sejak bulan Februari 2017 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, masih belum bisa merasakan nikmat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector Minyak dan Gas Bumi ( Migas). Hal ini karena belum ada target produksi dari 10 sumur tua yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

“Untuk PAD pendapatan dari minyak Gegunung  belum dipatok target,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Jumat (8/9/2017).

Belum adanya target pendapatan, karena BUMD baru dapat melakukan eksploitasi dan pengiriman hasil produksi mulai bulan Februari 2017. Saat ini baru satu sumur yang efektif produksi cukup stabil, dan masih di lakukan pengembangan pada sembilan sumur lainya.

Pada akhir tahun nanti, baru akan dilakukan audit dan evaluasi. Berikutnya dapat di alokasikan sebagai pendapatan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018.

Baca Juga :   Strategi Pertamina Hulu Energi Hadapi Energi Transisi

Sebagaimana diketahui, dalam kontrak mengelola 10 sumur tua peninggalan Belanda di Lapangan Gegunung, PDAT tak diburu produksi oleh Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Berapapun minyak yang dihasilkan, akan diterima oleh anak perusahaan plat merah yang memiliki WKP di Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Jatim, dan Kabupaten Blora, Jateng.

“Terkait kerja sama dengan PD Aneka Tambang di dalam kontraknya tidak ada target produksi,” sambung Asset 4 Government & Public Relation Assistant Manager PT Pertamina EP, Pandjie Galih Anoraga.

Sejak bulan Februari 2017, PDAT telah memproduksi minyak mentah sebanyak 70 ribu liter atau setara 440, 24 barel per hari (Bph). Cairan emas hitam itu disetor sebanyak delapan kali pengiriman.

Dalam hal ini, Pemkab Tuban memperoleh hak kelola 10 sumur dari 22 sumur yang berada di Lapangan Gegunung, meliputi sumur 19, 16, 2, 5, 6, 7, 10, 11, 12 dan sumur 21. Saat ini yang sudah produksi sumur 19 dan sumur lainnya masih dilakukan work over. (Aim)

Baca Juga :   PPGJ Baru, Harga Gas Ikutan Sukowati Naik

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *