SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), belum  bisa menyetorkan minyak mentah sesuai target kepada pemilik wilayah pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV Field Cepu. Dari target 500 barel per hari (bph), BBS baru menyetorkan 200 bph. Â
Field Manager PEP Asset IV Field Cepu, Heru Irianto mengatakan untuk bulan September kiriman produksi minyak mentah yang setorkan BBS ke main gathering station (pusat pengumpul produksi) Menggung di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebesar 200 barel perhari.
“Targetnya 500 barel perhari,†ucap Heru kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (9/9/2017).Â
Menurut dia belum terpenuhi target ini dikarenakan BBS belum ada persiapan transportasi dan belum sepenuhnya merangkul semua penambang. Sehingga dari ratusan sumur yang masuk kontrak hanya beberapa saja mampu menyetorkan minyaknya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT BBS, Tonny Ade Irawan menjelaskan sebagian besar sumur yang masuk dalam kontrak belum ada yang aktif.Â
“Dari ratusan sumur, yang aktif baru puluhan. Lainnya perlu reaktivasi dan ini yang akan kami komunikasikan dengan Pertamina,†sambung Tonny.
Karena itu, lanjut dia, untuk mencapai setoran minyak sesuai target Pertamina EP diperlukan proses. Karena dalam mengelola sumur minya tua ini pihaknya berpedoman pada aturan dan standart yang ada.Â
“Tidak bisa semua langsung sesuai harapan yang ada, dan tentunya harus melalui proses,†imbuhnya.
Apalagi, lanjut Tonny, dalam mengelola sumur minyak tua ini ada aturan dan batasan yang tidak boleh dilanggar. Pada prinsipnya, BBS ingin semua kegiatan sesuai aturan (legal) dengan mengutamakan kesejahteraan dan keselamatan penambang serta perbaikan lingkungan.Â
“Karena yang sudah terjadi ke belakang tidak bisa digunakan contoh, tentu kami harus lebih baik lagi dari yang sudah-sudah sengan tetap sesuai aturan,” tutupnya.(rien)Â