Pemdes Wado Hentikan Proyek Pipanisasi Gas Gresem

Pipa gas di wado cepu

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Proyek Pertamina Gas (Pertagas) penanaman pipa Gas dari Gresik Jawa Timur menuju Semarang, Jawa Tengah (Gresem), yang melintas wilayah Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sempat dihentikan sementara oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Wado. Lantaran komitmen untuk perbaikan jalan lingkungan yang terkena dampak proyek tersebut belum ada kejelasan.

“Kami terpaksa hentikan sementara, karena komitmennya belum ada kejelasan,” kata Kepala Desa Wado, Kasdi.

Komitmen itu terkait perbaikan ruas jalan yang digunakan untuk lalulintas pekerjaan itu belum ditentukan pihak mana yang akan memperbaiki.

“Apakah dari kontraktor, sub kontraktor atau dari Pertagas,” jelasnya.

Adapun jalan yang terkena dampak dan dijanjikan untuk diperbaiki adalah, jalan pasar, jalan lingkungan barat pasar, jembatan yang dijanjikan untuk dibeton, serta perbaikan jalan penghubung antara Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban dengan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

“Tapi sekarang sudah jelas dan dari Pertagas langsung yang bertanggung jawab,” terangnya.

Permasalahan lain yang sempat terjadi, kata dia, alat berat yang berada di sebelah timur pasar desa setempat, juga sempat ditahan warga. Itu disebabkan, karena pihak sub kontraktor tidak segera melanjutkan pekerjaan yang mengenai pemukiman warga.

Baca Juga :   Pembahasan Flaring Well Pad B Rampung

“Alat berat sempat mau keluar dari lokasi tapi ditahan oleh warga. Mereka menginginkan pekerjaan dilanjutkan. Karena warga ingin segera mendirikan bangunan rumahnya,” kata Kasdi.

Dirinya mengaku tidak tahu persis berapa jumlah rumah warga yang terdampak di lokasi yang disebutkan itu.

Sementara, Camat Kedungtuban, Dasiran, mengaku jika dalam pelaksanaan proyek tersebut sampai saat ini tampak kondusif. “Sampai sekarang “adem ayem”. Kami tidak terlalu memantau serta tidak ada laporan masuk jika ada masalah. Mereka (pelaksana) juga tidak permisi maupun koordinasi dengan kita,” jelasnya.

“Akan tetapi, jika ada masalah mereka akan kebingungan kita (red-forkompimcam),” terangnya.

Terkait hal ini, belum ada pihak yang terlibat dalam pekerjaan pipanisai gas Gresem yang bisa memberi keterangan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *