SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tampaknya harus bersabar untuk bisa menikmati hasil dari keberadaan industry hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas). Meski saat ini masih terdapat eksplorasi di wilyah setempat. Hal itu disebabkan adanya permasalahan pada struktur yang ada dibawah permukaan tanah.
Elan Biantoro, Pejabat dari SKK Migas pusat, menyatakan jika untuk saat ini eksplorasi di wilayah Kabupaten Blora belum memperlihatkan tanda-tanda keberhasilan. Menurutnya, masih ada permasalahan pada struktur di bawah permukaan tanah berupa kondisi lapisan reservoir yang keras.
“Blora masih harus bersabar,†katanya, saat mengisi kuliah umum di STEM Akamigas Cepu, Selasa (19/9/2017), dalam acara Lokakarya Media SKK Migas – KKKS Jabanusa.
Kondisi berbeda dengan Kabupaten Rembang, saat ini eksplorasi yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting. “Sebentar lagi PHE Randugunting mengajukan Plan of Development (PoD),†katanya.
Untuk diketahui, Setelah melakukan 4 kali pengeboran eksplorasi di wilayah Kabupaten Blora saat ini PHERandugunting berhasil menemukan cadangan gas di wilayah Kabupaten Rembang untuk kali ke-5 melakukan pengeboran di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Randugunting.
Dalam kurun waktu 2007 sampai tahun 2015, PHE Randugunting telah melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 4 sumur di Kabupaten Blora, yaitu Djapah Gede (DPG-1), Cempaka Emas (CPE-1)Â dan Kenangarejo, (KGR-1) dengan status Dry Hole dan sumur Wonopotro (WON-1) dengan status Uneconomic Discavery.
Untuk kali ke-5 ini, PHE Randugunting melakukan pengeboran pada Sumur Eksplorasi Randugunting 2 (RGT-2) di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.(ams)