Lapangan Ledok Produksi 170,03 Bph

Christian di sumur ledok

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Lapangan penambangan minyak sumur tua di kawasan Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, selama dua bulan pengelolaan menunjukkan angka paningkatan produksi.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora dalam pengelolaan sumur tua di lapangan itu, bekerja samaa dengan Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok. Sebanyak 196 titik yang dikelola, sekira 50% sumur berproduksi dan menghasilkan minyak.

Kristian Prasetya, Direktur Utama BUMD Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), menjelaskan, untuk bulan Juli dari 196 titik sumur, baru sekira 99 titik yang berproduksi sebesar 159,43 barel per hari (Bph). Pada bulan Agustus mengalami peningkatan jumlah titik sumur yang berproduksi, sebanyak 102 titik sumur dengan jumlah produksi menjadi 170,03 bph.

“Kami mengupayakan tidak menurunkan produksi. Dan ke depan bisa melakukan reaktivasi sisanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, jika dirinya tetap menjaga kondusifitas dalam pengelolaan sumur tua di lapangan tersebut dengan cara merangkul semua penambang yang ada.

“Meraka (red-penambang), yang sudah lebih dulu berada di sini. Jadi kami tidak ingin tiba-tiba datang dan merampok,” ujarnya saat berada di lapangan Ledok, pada Rabu (20/9/2017) kemarin.

Baca Juga :   Program BBM 1 Harga Tunjukkan Tren Positif

“Yang penting kondusif, penambang dirangkul,” ujarnya.

Sementara, Supri, pengawas lapangan dari perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok, menyatakan, jika selama kerja sama berlangsung suasana tetap kondusif. Dirinya juga mengaku, untuk produksi sumur tua dibawah pengelolaan perkumpulan tersebut cukup baik.

“Dari 12 titik saja, bisa memproduksi minyak mentah sekira 115 bph,” terangnya.

Untuk diketahui, BPE bekerja sama dengan Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok, Kecamatan Sambong, yang diketuai oleh Supraptono, dengan jumlah sumur 196 titik. Serta bekerjasama dengan Perkumpulan Penambang Minyak Semanggi diketuai oleh Sumito, yang melakukan pengelolaan sumur di lapangan Semanggi dan Banyuasin, dengan jumlah 80 titik.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *