Program BBM 1 Harga Tunjukkan Tren Positif

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Tren positif ditunjukkan pelaksanaan program BBM 1 harga. Pelaksanaan program ini terus menunjukkan hasil yang signifikan dan konkrit. Terbukti, dengan semakin bertambahnya titik penyalur.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengatur Hilir  Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M. Fanshurullah Asa, saat dihadirkan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Kementerian ESDM, untuk memberikan materi dalam Agenda 1 Day With Experts (1DWE), yang dilaksanakan di gedung Grha Oktana PEM Akamigas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (30/8/2019) kemarin.

Menurut M. Fanshurullah Asa, realisasi program BBM Satu Harga hingga 26 Agustus 2019 telah terealisasi sebanyak 167 titik lembaga penyalur. Dari target sebanyak 170 titik lembaga penyalur. Sementara, sudah diresmikan sebanyak 145 titik lembaga penyalur.

“Sisa target tiga titik lembaga penyalur optimis akan selesai hingga akhir Bulan September 2019,” ujarnya.

Realisasi Program BBM 1 Harga Tahun 2017 hingga 1 Agustus 2019 ini, diproyeksikan dapat menjangkau sebanyak kurang lebih 571.991 Kepala Keluarga (KK). Tersebar di 164 kecamatan dengan total konsumsi BBM seberar 198.734 KL (Premium dan Solar).

Baca Juga :   Terima ADD Rp 3 Miliar, Desa Gayam dan Mojodelik Jadi Desa Terkaya di Bojonegoro

Namun demikian, saat ini sebanyak 7.251 penyalur yang tersebar di seluruh wilayah NKRI masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab, dengan jumlah penyalur tersebut penyebaran atau distribusi BBM baru bisa mencapai rasio 265,15 Km2 (persegi) setiap  penyalur.

“Sementara, jumlah kecamatan di wilayah 3T (Tertinggal , Terdepan, dan Terluar) adalah sebanyak 2.319. Dari Jumlah tersebut masih terdapat 1.582 kecamatan di wilayah 3T yang masih belum memiliki penyalur,” ungkapnya.

Sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, kata dia, terobosan kebijakan ini direncanakan akan tetap dilanjutkan hingga 2024, dan akan ada penambahan sebanyak 330 titik dalam lima tahun ke depan.

“Sehingga total, akan ada 500 lembaga penyalur BBM Satu Harga hingga akhir tahun 2024,” ujar Ifan pangilan akrab M. Fanshurullah Asa.

Dengan penambahan sebanyak 330 titik lokasi BBM 1 harga dalam lima tahun kedepan, maka dari 1.582 kecamatan di wilayah 3T, tersisa sejumlah 1.252 kecamatan di wilayah itu yang belum dapat merasakan program BBM Satu Harga.(ams)

Baca Juga :   PT BBS Terancam Mati di Lumbung Sendiri

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *