SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Beragam cara dilakukan dalam memperingati tahun baru islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, salah satunya MTs Maarif NU Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam pawai taaruf yang dimulai dari Jalan Kartini Tuban, 80 pelajar mengusung adat Betawi.
“Konsep tahun ini kita mengenalkan pakaian adat Betawi,” ujar Kepala Sekolah MTs Maarif NU Tuban, Said Suryanto, kepada suarabanyuurip.com, di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Kamis (21/9/2017).
Berbekal kebiasaan berselancar di dunia maya, Said hanya butuh waktu seminggu untuk memilih adat Betawi. Akhirnya konsep diputuskan, dengan membawa ikon payung diiringi musik tongklek.
Tak kurang dari 50 siswi nampak apik mengenakan baju atasan putih lengan panjang. Sedangkan bawahannya jarit sampai lutut. Sisanya 30 siswa mengenakan pakaian atasan putih, bawahan gelap sekaligus mengalungkan sarung di leher masing-masing.
“Menjadi Indonesia kita harus mengenal semua adat termasuk Betawi yang khas religinya,” ungkapnya.
Demi Bumi Wali (sebutan lain Tuban), lembaganya telah lama berpartisipasi dalam pawai taaruf setiap tahunnya. Beragam tema telah diusung, termasuk adat Madura.
Kabag Kesra Setda Tuban, Eko Julianto manambahkan, rute festival Muharram kali ini start di depan kantor Pemkab, menyusuri Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Sunan Kalijaga, dan finish di GOR Rangga Jaya Anoraga.
Ada puluhan lembaga pendidikan yang terlibat dalam festival 1 Muharram 1439 Hijriyah. Diharapkan semua pelajar memahami makna sekaligus sejarah dari tahun baru islam.
“Kita sebagai umat Muslim juga memiliki tahun baru sendiri,” ucap mantan Camat Semanding ini.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Fathul Huda, mengapresiasi semua lembaga yang meramaikan festival tahunan di wilayahnya. Untuk panitia diminta mengamati sekaligus mengevaluasi, tema yang diusung para peserta.
“Yang terbaik kita pakai untuk konsep pawai tahun berikutnya,” pinta Fathul Huda.
Bupati Huda berpesan, semua manajemen sekolah untuk tidak memberikan hadiah berupa uang tunai kepada siswa berprestasi. Hasil penilitian tim riset Pemkab Tuban, pemberian hadiah berpengaruh buruk pada pembentukan karakter anak. Khususnya berkaitan keilmuan agama yang berorientasi pembentukan karakter.
“Harap maklum dengan kebijakan ini,” pungkasnya. (Aim)