SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukur Prianto, resmi mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati (Bacabup) dengan diiringi oleh keluarga dan 500 orang pendukungnya.
Dalam sambutannya, pria asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, ini menyatakan visi dan misi menjadi calon bupati nantinya berdasarkan rencana pembangunan jangka panjang.
“Hal inilah yang akan menjadi pondasi saya dalam menata Kabupaten Bojonegoro lebih baik,” tegasnya.
Dimana, dalam rencana jangka panjang tersebut terdapat kondisi greografis Bojonegoro, kondisi dan kebutuhan masyarakatnya seperti mata pencahariannya seperti apa, sumber daya manusianya seperti apa, serta tingkat pendidikannya seperti apa.
Sukur bertekad, untuk mewujudkan Bojonegoro menjadi lumbung pangan dan energi sepenuhnya digunakan untuk masyarakat Bojonegoro yang cerdas, kreatif, inovatif, produktif dan juga santun , religius, dan berdaya saing.
Dengan adanya kekayaan alam yang sangat besar yakni minyak dan gas bumi pertanyaannya adalah dana bagi hasil migas sebesar Rp1 Triliun untuk apa.
Apa yang bisa dinikmati oleh masyarakat, apa yang bisa masyarakat lakukan untuk ikut ambil bagian.
“Bupati Suyoto sudah membangun pondasi yang cukup kuat, akan tetapi pertumbuhan ekonomi di masyarakat belum merata,” lanjutnya.
Apabila sekarang pemerintah mengatakan Bojonegoro keluar dari zona kemiskinan memang benar, tapi kenyataannya masih banyak masyarakat Bojonegoro yang patut diperhatikan.
Dia menyampaikan, dengan kondisi kenaikan tarif dasar listrik sekarang ini seharusnya Pemerintah membantu masyarakat dengan memberikan ruang yang baik, salah satunya menciptakan peluang kerja.
“Kita lihat sekarang ini, banyak proyek yang dikerjakan, tapi warga sendiri dipekerjakan masih sangat sedikit,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya memiliki jargon SIAP. Yang berarti, S yang pertama masyarakatnya diharapkan bisa sehat, sejahtera. Kemudian I nya adalah terciptanya infrastruktur jalan, pertanian, dan ekonomi rakyat.
“Apabila semua sudah bagus, tentu Pekerjaan Rumah (PR) kita adalah meningkatkan perekonomian rakyat,” tukasnya.
Sedangkan untuk A, adalah adanya dana abadi migas yang merupakan program Bupati Suyoto. Patut diapresiasi, tapi harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan masyarakat.
“Untuk P terakhir, adalah peduli. Partai Demokrat harus peduli dengan persoalan masyarakat. Kami akan menerima setiap harinya keluhan dan mencari solusinya,” pungkasnya.(rien)