SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta semua lembaga pendidikan di wilayahnya menyediakan kantin sehat bebas 5P. Upaya ini untuk mencegah terjadinya keracunan lagi, serupa yang dialami puluhan siswa SDN Kumpulrejo II, Kecamatan Parengan pada hari Selasa (19/9) kemarin.
“Belum ada laporan rinci dari pihak sekolah soal keracunan jadi belum bisa komentar terlalu jauh,” ujar Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan, Witono, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Kamis (21/9/2017).
Mendengar kabar siswa SD keracunan, Witono sedih. Tak seharusnya fenomena ini terjadi, karena setiap sekolah telah dimotivasi membuat kantin sehat.
Kantin sehat yang dimaksud harus bebas dari 5P, yakni penyedap rasa, pewarna, pemanis, pengawet, dan pengental. Apabila semua sekolah memfasilitasi kantin ini, diharapkan tak ada insiden keracunan makanan lagi.
Dia meminta semua lembaga pendidikan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), menjadikan insiden yang menimpa puluhan siswa di Parengan sebagai contoh untuk meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Beruntung cepat mendapatkan pertolongan Puskesmas, dan tak lama semua siswa bisa kembali pulang ke rumah masing- masing.
“Kejadian ini juga tidak bisa dipertanggungjawabkan karena penjualanya di luar sekolah,” terangnya.
Menyikapi insiden ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Nur Khamid, bakal meningkatkan pengawasan terhadap semua pedagang di luar pagar sekolah. Langkah ini untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di sekolah lain.
“Anak-anak juga harus pandai memilah jajanan lebih baik beli di kantin sekolah,” sambung pria yang hobi olahraga gulat ini.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Tuban, Fathur, mendorong anak-anak rutin mencuci tangan ketika hendak dan sesudah makan. Kebiasaan ini sepele, tapi penting menghindari bakteri jahat.
“Belilah jajan di kantin karena lebih sehat,” harapnya.
Sebagaimana diketahui, salah satu korban yang diduga keracunan terang bulan bernama Tegar (10) mengaku perutnya terasa panas. Banyak juga korban yang mengalami mual dan muntah, akhirnya di bawa ke puskesmas.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kapolsek Parengan, AKP Basir masih mencari oknum yang menjual terang bulan di depan SDN Kumpulrejo II- Parengan yang menyebabkan 27 anak keracunan. (Aim)