SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, menyatakan, jika sumburan sumur minyak tua yang berada di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bukan semburan minyak dan gas yang berhahaya.
Sampai dengan saat ini, Pertamina EP terus melakukan pemantauan atas kejadian sembur alam air terproduksi yang keluar secara alami dari sumur Tungkul  25, Kamis sore (21/9/2017) dan disusul sumur Tungkul 9, Jumat (22/9/2017) yang berjarak antara sumur sekira 50 meter.
“Laporan kejadian masuk ke kami hari jumat pagi dari pihak PT Foster. Dan langsung pemantauan segera dilakukan oleh tim HSSE dan Sekuriti kami sejak Jumat (22/9/2017) hingga Sabtu pagi (23/9/2017) ini semburan air ketinggian semula kurang lebih 35 meter dan berangsur menurun saat ini sekira 18 meter,” ujar Heru Irianto, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Heru menambahkan, bahwa hasil pengecekan atas air asin dan Gas H2S di sekitar wilayah kejadian menunjukkan hasil sebagai berikut, H2S = 0, CO=0, LEL = 0.
“Sehingga dapat kami sampaikan bahwa air yang menyembur dari sumur ini bukan minyak ataupun Gas berbahaya namun air yang terdorong akibat tekanan yang tinggi dibawah permukaan tanah,†jelas Heru.
Menurutnya, langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan Pertamina EP saat ini adalah memastikan area sekitar aman, melakukan pengecekan secara berkala kandungan dari cairan dan gas yang keluar dari kedua sumur, mengupayakan semaksimal mungkin agar air dari kedua sumur tidak menyebar luas dan merugikan pihak lain.
“Kami terus melakukan pemantauan perkembangan di lapangan sejak laporan diterima hingga saat ini,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, terus berupaya menjaga agar tidak meluas sebaran airnya. “Kami juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan KSO Foster yang wilayah kerjanya di sekitar kedua sumur untuk penanganan lebih lanjut,†pungkasnya.(ams).