SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengelola sumur Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) menggelar sosialisasi Well Test sumur Gas JTB di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/8/2020).
Hadir dalam acara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perangkat Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Perangkat Desa Bandungrejo, masyarakat setempat, Camat Ngasem Waji, dan Muspika Ngasem.
Dalam sosialisasi membahas tentang dampak dan pengantisipasiannya nanti saat dilakukan pengoperasian sumur gas JTB.
Manager JTB Site Office & PGA PEPC, Edy Purnomo mengatakan, sebelum dilakukan kegiatan tim dari Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) telah memasang sejumlah peralatan canggih dititik yang dianggap rawan bahaya guna mendeteksi dini bila terjadi kegagalan.
“Sudah ada tim dari HSSE untuk mengantisipasi bila ada kemungkinan yang tidak diinginkan bersama. Seperti alarm, detaktor dan lain lain. Jadi tim langsung tahu sebelum dampak keluar, dan langsung ditutup,” kata Edy Purnomo, dihadapan undangan yang hadir saat memberikan penjelasan bersama tim HSSE.
Pria ramah ini mohon doa restu dan dukungan dari semua pihak untuk kelancaran pekerjaan ini. Sehingga manfaatnya nanti dapat dirasakan bersama.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul disini, bersilaturahmi dengan Bapak, Ibu, mengawali pekerjaan well test atau tes sumur yang akan digunakan untuk produksi gas,” pungkasnya.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Sapani, berharap, dalam kegiatan baik well test maupun nanti operasi sumur gas JTB agar tidak membuat masyarakat resah. Jadi segela dampak harus benar-benar diantisipasi semaksimal mungkin agar tidak sampai terjadi.
Mengingat terdapat rumah warga yang dekat dengan lokasi sumur yang jaraknya kurang lebih hanya 300 meter.
“Yang dekat itu Dusun Pohwayang. Intinya dampak baik bau tidak sedap maupun dampak lainnya yang sangat membahayakan warga benar-benar dinetralkan, karena demi keselamatan kita semua,” imbuhnya.
Dalam kegiatan sosialisasi PEPC juga memberikan santunan anak yatim sejumlah 74 anak yatim yang berasal dari empat desa. Yakni dari Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari.(sam)