SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Memasuki hari ke-5, ketinggian semburan minyak dan air di Kawasan Tungkul Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berangsur menurun. Bahkan, semburan pada Sumur Tungkul 9 sudah benar-benar berhenti, dan petugas bersiap melakukan kegiatan teknis untuk menutup sementara semburan tersebut.
“Sekarang ketinggian semburan untuk Sumur Tungkul 25 sudah turun. Kira-kira 20 tinggal 20 meter (m),†kata Tengil, mantan pekerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Tengah, PT Sarana Patra Jateng (SPJ), yang saat itu ikut memantau pengandalian semburan tersebut.
Semburan alam air terproduksi yang keluar secara alami dari Sumur Tungkul 25 terjadi pada Kamis sore (21/9/2017) dan disusul Sumur Tungkul 9 pada Jumat (22/9/2017). Dua sumur itu berjarak sekira 50 meter.
Tengil menjelaskan saat ini tim dari  Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tengah menangani dan sudah menututup Sumur Tungkul 9 yang telah berhenti menyembur.
“Rencanananya mau di Plug, semacam ditutup semen dengan kedalaman mencapai 5 meter. Seumpama nanti ingin dioperasikan, bisa dibuka kembali,†kata pria yang mengaku juga terlibat bekerja di Blok Termbul Kecamatan Ngawen tersebut.
Dari pantauan suarabanyuurip.com, tim dari Peretamina EP tengah sibuk melakukan pemantauan. Garis polisi terpasang mengitari lokasi semburan untuk membatasi warga yang datang mendekati sumber semburan. Pohon yang terkena dampak semburan tersebut juga tampak pucat dan layu.
Sementara, Government and Public Relations Asistant Manager Pertamina EP Asset IV, Pandjie Galih Anoraga menuturkan jika saat ini Pertamina masih berusaha melakukan penghentian semburan.
“Saat ini persiapan untuk menghentikan semburan. Peralatan sedang didatangkan kesana,†katanya melalaui pesan singkatnya.Â
Dari hasil pengecekan atas air asin dan Gas H2S di sekitar wilayah kejadian menunjukkan hasil, H2S = 0, CO=0, LEL = 0.
“Sehingga dapat kami sampaikan bahwa air yang menyembur dari sumur ini bukan minyak ataupun Gas berbahaya, namun air yang terdorong akibat tekanan yang tinggi di bawah permukaan tanah,†tegas Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto dikonfirmasi terpisah.(ams)