SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban - Gejolak pembangunan kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, kian memanas. Usai menggelar aksi demo menolak penentuan lokasi (penlok) dan rencana pembangunan kilang minyak di Kantor DPRD, massa langsung bergeser menuju salah satu rumah warga Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, yang memasang spanduk dukungan berdirinya kilang yang bertuliskan ‘Dukung Kilang Minyak Nek Cocok Regane’.
Pernyataan tersebut ditulis Hadi warga Desa Rawasan. Dukungan tersebut membuat warga di lima desa terdampak mulai Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, Mentoso dan Desa Remen geram. Spanduk tersebut ditulis dan di pasang di atas rumah yang bersangkutan, sehingga membuat seluruh warga tersinggung.
Warga selanjutnya meminta pemilik rumah membuat surat pernyataan jika dirinya juga bersedia menolak berdirinya proyek kilang minyak yang akan dilaksanakan PT Pertamina Persero dengan Rosneft Oil Company Rusia. Jika tidak, maka warga mengancam akan menutup semua akses jalan yang dilalui oleh Hadi.
Dalam sambutanya, Hadi meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Selain itu pihaknya juga berjanji untuk tidak lagi mendukung berdirinya kilang minyak tersebut. Sekaligus ikut sepakat terhadap suara masyarakat untuk meolak berdirinya kilang Pertamina di Kecamatan Jenu.
“Saya memang sering jual beli tanah, tapi mulai detik ini saya berjanji bahwa saya tidak akan mendukung berdirinya kilang minyak. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakatâ€, ungkap Hadi disaksikan seluruh masyarakat terdampak, anak istri, Kepala Desa, serta aparat TNI dan Polri, Selasa (29/01/2019).
Sementara itu salah satu warga terdampak Eko Supriadi mengatakan jika Hadi telah memasang banner dukungan terhadap pembangunan kilang minyak Pertamina. Sedangkan seluruh warga ring satugetol melakukan penolakan.
Untuk itu pihaknya bersama warga lain meminta yang bersangkutan untuk menarik pernyataanya dengan membuat surat pernyataan bermaterai dan disaksikan seluruh warga, agar masyarakat lebih kondusif.
“Pak Hadi memasang banner pada tanggal 26 Januari lalu, tapi sekarang sudah di lepas,” papar Eko.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Rawasan Hendro Hermawan mengungkapkan, masyarakat meminta agar seluruh warga satu suara dalam menolak berdirinya kilang minyak itu.
Namun salah satu warganya, Hadi telah membuat tulisan dukungan terhadap pembangunan kilang minyak. Seharusnya wajar jika ada warga yang pro atau kontra, karena hal tersebut merupakan hak dari masing-masing warga itu sendiri.
“Sekarang sudah beres, dan tidak ada masalah lagi, karena permintaan warga sudah dituruti oleh pak Hadi,” pungkasnya. (aim)