Penutupan Lubang Menunggu Semburan Reda

Sumur tua tungkul nyembur

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Penutupan sumur Tungkul di Dusun Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang hingga saat ini masih menyemburkan air dan minyak akan dilakukan dengan menggunakan semen setelah semburan mereda. Hal itu dilakukan supaya hal serupa tidak kembali terjadi.

Kepala Balai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Agus Sugiharto, mengatakan, sampai saat ini semburan di sumur 25 masih terjadi. Namun aktivitas semburannya sudah berangsur menurun. Hanya saja dirinya belum bisa memastikan berapa meter ketinggian sembuaran saat ini.

Menurut Agus, sumur yang menyemburkan air itu akan dilakukan plug atau penutupan sumur dengan semen oleh tim dari Pertamina. Karena apabila tidak ditutup dan akumulasi gas dan air didasar sumur kembali menumpuk tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi kembali. Agus memastikan, jika kejadian ini bukannlah kejadian yang membahayakan seperti kejadian di Lapindo.

“Setelah ditutup dengan semen, semburan tidak akan lagi terjadi. Tapi nanti menunggu setelah semburan sumur ini reda,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (26/9/2017).

Baca Juga :   Warga Tolak Pemberian Tali Asih

Kejadian ini, menurut Agus, hanya dikarenakan adanya akumulasi air dan gas yang menumpuk di dalam lapisan bawah sumur. Kemudian mengumpul karena berlebih, hingga terjadi semburan air. Semburan itu, juga terjadi akibat ada kerusakan pada konstruksi sumur.

“Makanya kalau seperti ini biasanya setelah menyembur satu minggu akan reda, setelah itu gas dan airnya akan mengumpul lagi, baru pada setengah tahun akan menyembur lagi,” jelasnya.

Sementara, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, saat dihubungi melalui telephon mengatakan, saat ini sumur tungkul masih dalam penanganan.

“Dan selanjutnya semua sumur yang berpotensi seperti di area tungkul dan memiliki riwayat sering terjadi seperti ini (menyembur) setiap tahunnya, maka akan dulakukan penutupan dengan semen,” ujarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *