SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban-Â Pemerintah Desa (Pemdes) Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melaporkan Kapal Tugboat Tampakan milik kontraktor semen PTÂ Holcim yang sudah terdampar enam bulan terakhir di wilayah setempat kepada Bupati Tuban, Fathul Huda. Sikap tegas ini dilakukan setelah puluhan nelayan Dusun karangdowo menggruduk kantor balai desa beberapa waktu lalu.
“Warga resah karena kapal Tugboat terdampar di bibir pantai,” ujar Kepala Desa Socorejo, Zubas Arif Rahman Hakim, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Selasa (26/9/2017).
Berdasarkan hasil musyawarah nelayan Socorejo hari Senin (11/9) kemarin, pemdes menyurati pemilik kapal Tugboat yang bernama Himawan. Isinya sejak terdampar sampai sekarang, tidak ada iktikad untuk menjelaskan kapan dan bagaimana proses evakuasi dapat dilaksanakan.
Keberadaan Kapal TB Tampakan juga sangat mengganggu aktifitas nelayan. Utamanya terkait penambatan perahu, dan alur penyeberangan nelayan.Â
Sebagai tindak lanjut masalah ini Pemdes Socorejo menyurati beberapa stakeholder lainnya. Mulai Ketua DPRD, Camat Jenu, Kapolsek Jenu, Danramil Jenu, syahbandar pelabuhan, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP), Dinas Perhubungan, Dirut PT Holcim, dan HNSI Tuban.
“Dulu janji pemilik kapal evakuasi tak lebih dari sebulan,” imbuhnya.
Namun kenyataannya sudah enam bulan kapal pendorong tongkang batu bara semen Holcim ini belum beranjak. Sebagai kompensasi bulan pertama, nelayan Socorejo menerima uang Rp5 juta.
“Setelah itu tidak ada komitmen lagi dan ditelepon beberapa kali tak direspon,” ungkap mantan aktifis PMII Jogja.
Segendang seirama disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Socorejo, Rohmad. Dia mengungkapkan selama ini nelayan Socorejo protes, tapi belum direspon pemilik kapal Tugboat.
“Sangat mengganggu aktifitas nelayan dan kami harapkan segera dievakuasi,” tegasnya.
Para nelayan juga bertanya-tanya kenapa kapal Tugboat yang terdampar di pantai Temaji sebelah timur Socorejo cepat dievakuasi. Sedangkan di desanya sendiri tak jelas nasibnya.
“HNSI juga belum dapat kepastian dari pemilik kapal ini,” ungkapnya.
Menyikapi protes nelayan Socorejo, Project Communication PT. Holcim Indonesia, Indri Siswati menyampaikan permintaan maaf karena kapal TB Tampakan belum dievakuasi. Pihaknya menegaskan kapal tersebut milik kontraktor, dan tidak berkaitan langsung dengan perusahaan semen patungan Zurich Swiss dan Paris Prancis.
“Pemiliknya juga sudah kami tegur untuk segera evakuasi,†sambung Indri.
Dia berjanji bakal menindaklanjuti protes nelayan yang wilayahnya dilintasi pelabuhan Semen Gresik tersebut. Perkembangan selanjutnya bakal disampaikan ke wartawan media suarabanyuurip.com. (aim)